Dusan Lagator: Harapan yang Terganjal Sanksi di PSM Makassar

- Minggu, 01 Februari 2026 | 16:30 WIB
Dusan Lagator: Harapan yang Terganjal Sanksi di PSM Makassar
PSM dan Bayangan Dusan Lagator

MAKASSAR Andai kata sanksi FIFA tak sedang membelenggu, nama Will Dusan Lagator mungkin sudah tercantum rapi di daftar pemain PSM. Bek tengah berpostur raksasa itu bisa saja sudah bersiap di pinggir lapangan, menanti debutnya melawan Semen Padang. Tapi sepak bola kan tak pernah pakai kata “andai”. Yang ada cuma ruang spekulasi, dan harapan yang mengambang.

Isu soal Dusan Lagator memang kian santer belakangan ini. Bek kelahiran Yugoslavia yang kini memegang paspor Montenegro itu disebut-sebut sebagai target utama PSM untuk memperkuat lini belakang. Kabarnya makin kuat setelah Liga India kompetisi terakhir yang ia jalani bersama Kerala Blasters dihentikan. Momentumnya seolah pas.

Di sisi lain, situasi PSM sendiri lagi genting. Jadwal tiga pekan ke depan berat banget: Semen Padang, PSBS Biak, dan Dewa United menanti beruntun. Performa tim lagi goyah, enam laga tanpa kemenangan jadi alarm keras. Ada yang harus segera dibenahi, dan cepat.

Bek Berpengalaman, Statistik Bicara

Nggak main-main, Lagator. Pemain 31 tahun ini punya catatan 312 pertandingan di semua kompetisi. Total 22.558 menit di lapangan itu bicara soal pengalaman.

Dia bukan tipe bek yang steril. Sepanjang kariernya, ia catat 12 gol, tujuh assist, 24 kartu kuning, dan lima kartu merah. Angka-angka itu gambarkan bek yang agresif, keras dalam duel, berani ambil risiko. Kadang berbuah kartu, kadang jadi penyelamat.

Dengan tinggi 190 sentimeter, Lagator tawarkan sesuatu yang selama ini dirindukan PSM: dominasi udara. Posturnya intimidatif. Kehadirannya jika terealisasi bisa jadi tandem ideal, atau bahkan pengganti, untuk Yuran Fernandes dan Neto.

Soal kedalaman skuad belakang, PSM emang kerap dipersoalkan. Kalau Yuran atau Neto absen, atau lagi nggak fit, pertahanan langsung keliatan rapuh. Pelapis yang ada sejauh ini belum bikin tenang.

“Mudah-mudahan ini pemain yang bagus. Kalau lihat statistik, dia berpengalaman. Diharapkan bisa jadi tandem atau pengganti Yuran atau Neto,” ujar Rizal, salah satu pendukung PSM.

Fleksibilitas dan Pilihan Taktik

Kehadiran Lagator juga buka ruang taktik lebih luas buat Tomas Trucha. Bek berpengalaman macam dia kasih opsi: main aman dengan empat bek, atau lebih berani pakai tiga bek.

Dalam skema tiga bek, Lagator bisa diplot sebagai jangkar, berdampingan dengan Yuran dan Neto. Bisa juga ditempatkan di kanan atau kiri, tergantung kebutuhan. Fleksibilitas semacam ini jadi barang mewah buat PSM yang lagi cari formula di tengah badai.

“Tentu lebih gampang buat pelatih milih. Kalau mau main pakai tridente, dia bisa jadi tandem Yuran dan Neto, atau ditaruh di posisi lain,” lanjut Rizal.

Nggak cuma itu. Faktor kepemimpinan juga pertimbangan penting. Dengan usia dan jam terbangnya, Lagator diharap bisa jadi figur pemimpin di belakang bimbing pemain muda macam Sulthan Zaki, Daffa Salman, atau Mufli Hidayat yang belakangan sering main.

“Dia sudah senior. Pasti bisa jadi leader juga buat pemain-pemain muda. Kehadirannya diharap bawa dampak positif,” katanya.

Isu Yuran dan Energi Baru

Di kalangan suporter, nama Lagator bahkan mulai dikaitin sama masa depan Yuran Fernandes. Muhammad Alfajri dari Red Gank secara terbuka bilang Lagator bisa jadi opsi pengganti Yuran kalau bek asal Tanjung Verde itu beneran hengkang.

“Kalau memang datang, pastinya bisa jadi pengganti yang bagus untuk Yuran. Soalnya Yuran sepertinya sudah nggak sepenuh hati di PSM,” kata Alfajri.

Menurutnya, suporter nggak akan halangi kalau Yuran memilih pergi.

Lebih dari sekadar ganti nama, Lagator diharap bawa energi baru ke ruang ganti. PSM butuh kejutan, sesuatu yang bisa picu kebangkitan di tengah performa yang naik-turun.

“Mudah-mudahan bisa kasih warna baru. PSM butuh hal baru buat bangkit,” ujarnya.

Terhalang Dinding Sanksi

Tapi semua harapan itu terbentur realitas yang sama: sanksi FIFA. Larangan registrasi pemain bikin setiap rencana transfer PSM berjalan di wilayah abu-abu. Nama Lagator mungkin udah ada di meja manajemen, tapi belum tentu bisa diwujudin dalam waktu dekat.

Di sinilah PSM sekarang terjepit antara kebutuhan mendesak dan keterbatasan administratif. Andai sanksi itu nggak ada, mungkin Dusan Lagator sudah siap meredam serangan Semen Padang akhir pekan ini.

Tapi ya itu. Sepak bola selalu menuntut adaptasi. Dan buat PSM Makassar, musim ini bukan soal kenyamanan. Ini soal bertahan, dengan atau tanpa pemain yang diidamkan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler