Usai mengikuti rapat terbatas di Istana Negara, Senin lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru melihat secercah peluang di balik musibah bencana. Ya, langkah penanganan dan rekonstruksi pascabencana, menurutnya, punya potensi mendorong laju pertumbuhan ekonomi.
Logikanya begini. Belanja pemerintah untuk membangun kembali infrastruktur dan perumahan di daerah yang terdampak akan memicu roda ekonomi baru. Uang beredar, proyek berjalan, dan aktivitas ekonomi pun bergeliat.
"Malah kalau kebutuhan-kebutuhan (belanja) malah bisa mendorong sedikit," ujar Purbaya kepada para wartawan yang menunggunya.
Ia melanjutkan, "Kan loss di sana, tapi kan ada pembangunan, perumahan, dan lain-lain. Itu akan ada pertumbuhan ekonomi yang lebih besar."
Dengan kata lain, Purbaya menepis kekhawatiran bahwa bencana bakal menggoyang fondasi ekonomi nasional secara serius. Pemerintah, katanya, sudah memastikan kesiapan anggaran untuk mendukung semua ini, mulai dari hunian sementara sampai hunian tetap bagi korban.
Soal angka, rupanya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mengajukan tambahan dana yang tidak kecil. Nilainya mencapai Rp 1,6 triliun khusus untuk penanganan dampak bencana.
"Kalau dari BNPB pasti anggarannya ada, karena kan kita siapkan. BNPB-nya sudah mengajukan Rp 1,6 triliun tambahan," jelasnya.
Dan itu belum semuanya. Menurut Purbaya, untuk melanjutkan program pemulihan di tahun depan, sudah disiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 1,3 triliun. Dana itu katanya sudah tersedia, tinggal menunggu realisasi programnya saja.
"Masih ada Rp 1,3 triliun lagi tahun depan diperlukan. Dan tahun depan dananya sudah, uangnya sudah ada, tinggal mereka buat program," ungkapnya menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
PT Sunindo Pratama Bagikan Dividen Rp25 Miliar untuk Tahun Buku 2025
IHSG Terkoreksi 3,56%, Saham Pratama Widya Pimpin Penguatan di Tengah Pelemahan Pasar
IHSG Ambles 3,56% ke 5.883, Tertekan Saham Konglomerasi dan Ancaman Downgrade MSCI
Surya Semesta Internusa Targetkan Pemulihan Kinerja 2026 Berkat Penjualan Lahan Industri Subang