JAKARTA – Sudah setahun lebih berlalu sejak PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) melantai di bursa. Sejak itu, tak ada lagi BUMN atau anak perusahaannya yang melakukan IPO. Lantas, bagaimana tanggapan otoritas?
Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, buka suara. Menurutnya, kehadiran BUMN di pasar modal itu punya peran strategis. Bisa memperkuat likuiditas dan memperkaya pilihan instrumen investasi bagi publik.
“Untuk itu, OJK secara berkelanjutan melaksanakan program pendalaman pasar bersama SRO dan para pelaku pasar modal, seperti perusahaan efek,” ujar Inarno dalam keterangan tertulisnya.
Jadi, OJK tak tinggal diam. Mereka punya program rutin berupa sosialisasi dan diskusi intens dengan berbagai perusahaan, termasuk tentu saja BUMN dan anak perusahaannya. Tujuannya jelas: meningkatkan pemahaman soal proses IPO sekaligus mengidentifikasi titik-titik hambatan yang kerap menghadang.
Namun begitu, Inarno menegaskan satu hal penting.
Artikel Terkait
Joki Gagal Bayar: Solusi Ajaib atau Jerat Data dan Utang Berlipat?
Pasar Modal Bergejolak Usai Mundurnya Petinggi BEI dan OJK
SMKM Pacu Saham 6% dengan Akuisisi Perusahaan Singapura Senilai Rp172 Miliar
IHSG Anjlok 7%, Investor Lokal Justru Tembus 21 Juta