Di sisi lain, minat untuk masuk bursa sebenarnya tetap tinggi. Inarno menyebut, masih banyak calon emiten yang antre. Mereka yang sudah masuk dalam pipeline ini, katanya, sedang menunggu momen yang pas. Mereka pertimbangkan kondisi pasar dan strategi bisnis masing-masing sebelum akhirnya terjun.
"OJK memandang dinamika ini sebagai bagian dari proses pendalaman pasar yang sehat dan berorientasi jangka panjang," tambahnya.
Nah, soal antrean tadi, data BEI punya rinciannya. Saat ini ada 13 perusahaan yang siap mengantri IPO. Komposisinya beragam: dua perusahaan berskala kecil, empat skala menengah, dan yang menarik, tujuh di antaranya adalah perusahaan dengan aset berskala besar.
Jadi, meski jumlahnya turun, pasar modal kita mungkin sedang menyiapkan sesuatu yang lebih solid. Kita lihat saja nanti tahun depan.
Artikel Terkait
Badai Pasar Modal: IHSG Jatuh 7%, Pimpinan BEI dan OJK Serentak Mundur
Pemerintah Buka Keran Dana Pensiun dan Asuransi untuk Dongkrak Bursa
Harga Emas Antam Anjlok Rp260 Ribu per Gram di Akhir Pekan
Commuter Line Bandung Raya Meluncur Lebih Jauh hingga Cicalengka