Halte TransJ di Pintu Tol Sawangan Akhirnya Dapat Lampu Hijau

- Kamis, 15 Januari 2026 | 14:40 WIB
Halte TransJ di Pintu Tol Sawangan Akhirnya Dapat Lampu Hijau

Antusiasme warga Depok yang ingin naik Transjabodetabek di Pintu Tol Sawangan ternyata benar-benar meledak. Nggak heran, desakan untuk segera dibangun halte di sana kian keras terdengar. Nah, kabar baiknya datang dari Pemkot Depok. Rencananya, halte yang dinanti-nanti itu benar-benar akan direalisasikan.

Wali Kota Supian Suri mengonfirmasi hal ini pada Kamis lalu. "Saya barusan udah bisa hubungin pihak Desari, kita dapat izin buat mindahin barrier ini segera," ujarnya. Menurutnya, dengan pergeseran pembatas itu, setidaknya mobil bisa lebih leluasa manuver di area yang menjorok ke dalam tersebut.

Tak cuma itu. Supian juga sudah mengajak bicara Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras.

"Alhamdulillah, Pak Kapolres juga izinin buat pos polisinya kita geser. Biar nanti titik ini jadi lokasi tepat buat halte," jelas Supian.

Koordinasi dengan pihak TransJakarta sendiri sudah berjalan. Dinas Perhubungan setempat melaporkan bahwa tim dari TransJ akan turun ke lapangan untuk melakukan survei. Tujuannya jelas: menilai kebutuhan dan merancang halte yang sesuai.

Walkot memastikan, nantinya tak cuma halte yang disiapkan. Mesin Tap On Bus (TOB) portable juga akan disediakan. "Jadi nanti kalau udah ada halte di sini, orang nggak perlu masuk bis dulu baru ngetap. Mereka bisa ngetap dari halte," tambahnya, menekankan kemudahan yang ingin diwujudkan.

Target waktu? Supian cukup tegas. "Harus tahun ini," tegasnya. Namun begitu, dia mengakui ada tahapan yang harus diselesaikan dulu dalam waktu dekat. Mulai dari memindahkan barrier hingga menyiapkan lahan bekas pos polisi, baru kemudian pembangunan halte bisa dimaksimalkan.

Suara dari Jalanan: Lelah Antre Tanpa Tempat Berteduh

Di sisi lain, harapan warga sudah sampai di ubun-ubun. Yona, salah seorang pengguna setia, mengeluh betapa melelahkannya antre sambil berdiri di lokasi itu, apalagi di pagi hari saat penumpang membludak.

"Iya dong harus segera dibuatkan halte. Capek ngantre sambil berdiri, nggak ramah juga bagi ibu hamil, bawa bayi dan balita, atau lansia," ujar Yona.

Dia mengaku menunggu-nunggu sekali pembangunan halte tersebut. Bukan cuma soal antrean, tapi juga kenyamanan dasar.

Keresahan serupa diungkapkan Yanus (32). Menurutnya, para penumpang hampir selalu harus berdiri lama saat menunggu. Impiannya sederhana: ada halte yang bisa melindungi dari terik matahari dan hujan.

"Panas banget ya di sini. Mungkin bisa dikasih terpal atau apa," tutur Yanus.

Dia juga punya usul terkait armada. Menurutnya, mungkin busnya bisa diganti dengan model yang lebih besar, seperti yang beroperasi di koridor D21. "Jadi angkutnya lebih banyak, armada nggak usah ditambah-tambah yang malah bikin macet," tambahnya.

Jadi, semua mata kini tertuju pada realisasi janji itu. Warga menanti, pemerintah bergerak. Tinggal menunggu waktu, apakah halte yang diimpikan itu benar-benar akan segera menghiasi Pintu Tol Sawangan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar