Berdasarkan laporan bulanan per 30 November 2025, pengendali utamanya adalah PT Edika Agung Mandiri. Mereka memegang 5,75 miliar saham atau setara 34,5% dari total.
Berikut daftar pemegang saham mayoritas lainnya saat itu:
Yenny Hamidah: 8,01%
Diah Asriningpuri: 7,72%
Eka Rosita Kasih: 7,5%
Arief Sugianto: 7,5%
Handy Glivirgo: 4,11%
Muhammad Akbar: 3,75%
Herman Kusnanto: 3%
Sisanya, sekitar 22,28%, dipegang oleh publik. Penerima manfaat akhir atau pemilik perusahaan ini adalah Eddy Sugianto.
Performa sahamnya sendiri cukup menarik. Pada perdagangan Rabu, 10 Desember 2025, MAHA ditutup di level Rp196 per saham, menguat 1,55%. Yang lebih mencengangkan, dalam sebulan terakhir, harganya sudah melonjak hampir 40%.
Jadi, begitulah profil singkat MAHA. Sebuah perusahaan jasa logistik tambang yang sudah punya track record puluhan tahun dan kini sedang menjadi perhatian pasar.
Artikel Terkait
Tambang Emas Martabe Beralih ke BUMN Baru di Bawah Danantara
Merger Tiga Anak Usaha Pertamina Mundur ke Februari 2026
Di Balik IHSG Anjlok 8%, BEI Tegaskan Minat IPO Tak Surut
Indonesia Dapat Deadline 2026 dari MSCI, Ancaman Turun Peringkat Mengintai