Ricky Hartono, sang pengendali utama PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), baru saja melepas sahamnya dalam jumlah yang cukup signifikan. Transaksi itu terjadi dalam dua hari berturut-turut, tepatnya pada 1 dan 2 Desember 2025 lalu. Totalnya, 165 juta lebih saham atau sekitar 5,64% kepemilikannya berpindah tangan.
Dalam keterbukaan informasi ke BEI yang dirilis Jumat (5/12), Hartono menjelaskan alasannya.
"Tujuan transaksi adalah divestasi saham langsung," ujarnya singkat.
Yang menarik, penjualan ini dilakukan dengan dua harga yang berbeda cukup jauh. Sebagian besar, yakni 150,4 juta saham, dilego di harga Rp950 per lembar. Sementara, sisa 14,6 juta saham lainya terjual lebih mahal, yaitu Rp1.800 per saham. Dari dua transaksi itu, Hartono berhasil mengumpulkan dana segar yang tidak sedikit: hampir Rp195,61 miliar masuk ke kantongnya.
Efeknya, porsi kepemilikannya di ARKO pun menyusut. Dari sebelumnya memegang 47,52% atau 1,39 miliar saham, kini posisinya turun ke 41,88% atau setara 1,22 miliar saham. Meski berkurang, Hartono jelas masih menjadi pemegang saham pengendali.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di balik aksi divestasi ini? Konteksnya jadi makin menarik jika melihat kondisi saham ARKO belakangan ini. Perusahaan yang masuk dalam portofolio Astra International ini sempat menjadi buah bibir. Harganya melonjak luar biasa, naik 246% hanya dalam sebulan, hingga mencapai Rp4.700 per saham pada 27 November.
Namun begitu, ada kabar lain yang bikin was-was. Bursa Efek Indonesia ternyata telah menjatuhkan suspensi untuk saham ARKO. Penghentian perdagangan itu berlaku mulai sesi I tanggal 28 November, dan masih berlangsung sampai sekarang menunggu pengumuman lebih lanjut. Situasi ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di kalangan investor.
Dengan catatan kenaikan fantastis sepanjang tahun ini yang mencapai 410%, aksi jual besar-besaran oleh sang pengendali di tengah masa suspensi ini memang mengundang spekulasi. Semua mata kini tertuju menunggu perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Bitcoin Tembus Rp1,39 Miliar, Tertinggi dalam Tiga Bulan Didorong Arus Dana Institusional
BRI Gandeng Grab, Beri Diskon Belanja dan Transportasi bagi Pemegang Kartu Kredit
MNC Bank Medan Bagikan Hadiah Cashback Jutaan Rupiah Lewat Program Tabungan Dahsyat Arisan
IHSG Ditutup Menguat 1,22 Persen ke 7.057, Didorong Sektor Barang Baku dan Keuangan