Pasar saham Indonesia memulai hari dengan sentimen positif di hari Kamis (4/12). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat, naik 32,80 poin atau sekitar 0,38 persen, sehingga bertengger di level 8.644. Pergerakan ini menandai awal yang cukup optimis untuk bursa domestik.
Namun begitu, ceritanya agak berbeda di pasar valuta asing. Rupiah justru terlihat sedikit tertekan melawan dolar Amerika Serikat. Menurut pantauan data Bloomberg sekitar pukul 08.57 WIB, mata uang kita melemah tipis ke posisi Rp 16.628 per dolar AS. Penurunannya memang kecil, cuma 3 poin atau setara 0,02 persen, tapi cukup untuk menunjukkan dinamika yang berbeda dengan IHSG.
Lalu, bagaimana dengan suasana di kawasan Asia? Kondisinya beragam, tidak seragam. Di Tokyo, indeks Nikkei 225 Jepang justru melesat cukup signifikan, menguat 1,26 persen ke level 50.490,80. Tampaknya ada energi positif yang mengalir di sana.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual
HAIS Bagikan Dividen Rp26,1 Miliar dari Laba 2025
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Tekanan Eksternal dan Beban Utang Jadi Sorotan