Demikian penjelasan analis BofA Global Research dalam sebuah catatan klien. Mereka sebelumnya sudah memprediksi pemotongan 25 basis poin di Desember. Namun kini, mereka menambahkan proyeksi dua pemotongan lagi di pertengahan 2026. Jika itu terjadi, suku bunga terminal bisa menyentuh kisaran 3,00%-3,25%.
Memang, ada angin lain yang turut mendorong pergerakan ini. Data inflasi yang mulai mereda dan pernyataan beberapa pejabat senior The Fed ikut memberi isyarat: penurunan suku bunga mungkin lebih cepat dari yang semula dibayangkan.
Namun begitu, suasana tak sepenuhnya pasti. Prospek pergantian kepemimpinan di Fed menciptakan awan ketidakpastian tersendiri. Masa jabatan Jerome Powell berakhir tahun depan, dan Gedung Putih dikabarkan sedang mempertimbangkan sejumlah nama pengganti. Situasi ini pasti akan jadi perhatian serius para pelaku pasar dalam beberapa bulan ke depan.
Jadi, meski hari ini pasar bergerak hijau didorong harapan akan suku bunga yang lebih rendah, jalan di depan masih menyimpan sejumlah tanda tanya. Semuanya kembali pada keputusan Fed minggu depan dan bagaimana transisi kepemimpinan nanti akan dijalankan.
Artikel Terkait
Aturan BEI Ungkap Kepemilikan Saham Andry Hakim di RMKO dan SOTS
Indonesia Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke AS Antisipasi Penutupan Selat Hormuz
Unicharm Indonesia Catat Kerugian Rp1 Triliun di 2025, Terburuk Sepanjang Sejarah
Pemerintah Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke AS Imbas Penutupan Selat Hormuz