Infrastruktur Jalan Nasional di Sumatera Porak-Poranda Diterjang Banjir dan Longsor

- Selasa, 02 Desember 2025 | 17:00 WIB
Infrastruktur Jalan Nasional di Sumatera Porak-Poranda Diterjang Banjir dan Longsor

Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November lalu memang meninggalkan jejak kerusakan yang serius. Kementerian PU pun mulai merinci dampaknya terhadap infrastruktur jalan nasional di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurut Direktur Jenderal Bina Marga, Roy Rizali Anwar, penanganan sudah langsung dijalankan. "Balai langsung bergerak semua bekerja. Lakukan semaksimal mungkin," ujarnya saat ditemui di Senayan, Selasa (2/12).

Ia menegaskan, seluruh unit di lapangan tak menunggu laporan resmi dari daerah. Semua alat berat sudah diturunkan secepat mungkin untuk mengatasi kondisi darurat ini.

Dari data yang dihimpun, Aceh jadi wilayah yang paling parah mengalami kerusakan jembatan. Secara keseluruhan, di provinsi ini tercatat 27 titik banjir, disusul 59 titik longsor. Yang cukup mengkhawatirkan, ada 22 titik jembatan rusak bahkan terputus, plus 3 titik jalan yang amblas.

Kondisi di Sumatera Utara tak kalah rumit. Ada 20 titik banjir 16 di antaranya sudah tertangani. Sementara untuk 113 titik longsor, akses di 80 titik sudah berfungsi kembali, tapi 30 titik lainnya masih sama sekali tak bisa dilalui. Beberapa ruas jalan masih memerlukan penanganan lebih lanjut.

Lalu, bagaimana dengan Sumatera Barat? Di sini ada 15 titik banjir dan 73 titik longsor. Tim sudah menangani 54 titik longsor, 6 titik masih dalam proses, namun sayangnya 13 titik aksesnya masih terblokir. Selain itu, ada 23 titik pohon tumbang yang 21 di antaranya sudah dibersihkan. Untuk jembatan, setidaknya masih ada 5 titik yang sedang diperbaiki.

"Semua ini khusus di jalan nasional ya, jadi kita menangani untuk jalan nasional," tegas Roy.

Di sisi lain, soal anggaran, Roy menjelaskan mekanismenya dibuat fleksibel. Dalam kondisi darurat seperti ini, semua anggaran yang tersedia di sekitar lokasi bisa langsung dimaksimalkan untuk penanganan.

"Jadi tidak ada proses yang harus duitnya dulu dikeluarkan," terangnya. "Tapi prosesnya laksanakan dulu perbaikan semua, nanti setelah selesai bisa dilakukan audit baru dibayar atau bayar dulu baru nanti akan dilakukan audit."

Untuk mempercepat pemulihan konektivitas yang terputus, pihaknya juga melibatkan sejumlah BUMN.

Sementara itu, dari sudut pandang yang lain, Menteri PU Dody Hanggodo menilai kerusakan pada jalan tol relatif lebih ringan. Menurutnya, dampak di tol tidak separah di jalan kabupaten atau provinsi.

"Sebenarnya kalau jalan tol enggak terlalu serusak jalan kabupaten, jalan provinsi karena memang betul terdampak, tapi kemudian bisa dengan cepat diberesin," kata Dody.

"Kalau tol rata-rata sudah mungkin dalam waktu sehari dua hari ini sudah bisa terbuka lagi lah," tambahnya.

Namun begitu, Dody mengakui besarnya kerugian infrastruktur secara keseluruhan. Terutama di Sumatera Utara. "Waduh besar bos, terutama yang di Sumatera Utara ya besar, besar," ungkapnya dengan nada prihatin.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar