Perusahaan chip AI Cerebras Systems akhirnya mengajukan diri untuk go public. Mereka akan mencatatkan sahamnya di Nasdaq dengan kode CBRS, menurut pengumuman yang mereka lakukan Jumat lalu. Ini langkah besar bagi startup yang sejak 2015 memang punya ambisi besar.
Produk andalan mereka, Wafer-Scale Engine (WSE), bukan chip biasa. Mereka klaim itu adalah chip AI terbesar dan tercepat di dunia, dirancang khusus untuk menangani beban kerja deep learning dan AI generatif yang berat. Sebuah jawaban untuk kebutuhan komputasi yang semakin rakus.
Namun begitu, jalan menuju IPO ini tak mulus. Sebelumnya, tepatnya Oktober 2025, Cerebras sempat menarik pendaftaran mereka. Alasan pastinya tidak diungkap detail, tapi kini mereka kembali dengan tekad bulat. Proses underwriting ditangani oleh nama-nama besar: Morgan Stanley, Citigroup, Barclays, dan UBS.
Kehadiran Cerebras di papan pencatatan Nasdaq nantinya akan memperkaya lanskap perusahaan chip AI di AS. Selama ini, pasar seperti didominasi satu raksasa: Nvidia. Tentu ada pesaing seperti AMD atau Broadcom, tapi Cerebras datang dengan pendekatan arsitektur yang benar-benar berbeda.
Menurut sejumlah analis, gelombang IPO perusahaan-perusahaan teknologi AI diprediksi akan memimpin sektor tech tahun ini. Alasannya sederhana: investor melihat potensi pertumbuhan yang luar biasa, terutama sejak AI generatif meledak. Mereka berlomba menanamkan modal di bisnis yang dianggap jadi tulang punggung revolusi ini.
Di sisi lain, langkah Cerebras juga didukung oleh kepercayaan dari pemain utama. Yang paling mencolok adalah dukungan dari OpenAI.
OpenAI dikabarkan berkomitmen mengucurkan dana lebih dari 20 miliar dolar AS sekitar Rp343 triliun untuk penggunaan server berbasis chip Cerebras dalam tiga tahun ke depan.
Tak cuma itu.
Pada Januari lalu, mereka juga menyetujui pembelian kapasitas komputasi hingga 750 MW dari Cerebras untuk periode yang sama. Laporan The Information bahkan menyebutkan, sebagai bagian dari kesepakatan strategis ini, Cerebras memberikan sebagian sahamnya kepada OpenAI. Sebuah aliansi yang erat dan saling menguntungkan.
Jadi, IPO Cerebras bukan sekadar urusan pencatatan saham biasa. Ini adalah pertaruhan baru di arena chip AI yang semakin panas. Apakah mereka bisa merebut porsi pasar dari Nvidia? Waktu yang akan menjawab. Tapi satu hal pasti, persaingan ini akhirnya semakin seru untuk ditonton.
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan di Pegadaian Variatif, Antam Rp2,848 Juta per Gram
SCG Chemicals Lepas 11,8 Miliar Saham Chandra Asri, Raup Rp13,7 Triliun
China Produsen Pertanian Terbesar Dunia, Indonesia Belum Masuk Sepuluh Besar
ShopeePay Luncurkan Kampanye Pasti Gratis, Bebaskan Biaya Admin Transfer dan Tarik Tunai