Namun begitu, bukan cuma data ekonomi yang jadi sorotan. Pasar juga sedang mencermati soal siapa yang akan memimpin The Fed ke depan. Presiden Donald Trump konon sudah menentukan pilihannya, meski namanya masih dirahasiakan.
Isu yang beredar, daftar pendek kandidatnya mencakup penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett yang disebut sebagai kandidat terdepan. Lalu ada nama mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, dan Gubernur The Fed saat ini, Christopher Waller.
Perubahan kepemimpinan ini jelas berpotensi mengubah arah kebijakan The Fed secara signifikan. Apalagi, banyak laporan yang mengindikasikan Trump mungkin memilih sekutu dekat untuk menggantikan Jerome Powell yang sekarang.
Nah, kembali ke rupiah. Ibrahim memperkirakan pergerakan mata uang kita hari ini akan fluktuatif. Tapi, potensi untuk ditutup menguat tetap ada.
Dia memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang yang cukup ketat, antara Rp16.630 hingga Rp16.670 per dolar AS. Kita lihat saja nanti penutupannya.
Artikel Terkait
Harga Emas di Pegadaian Turun pada Awal Maret 2026
IHSG Tertekan Dua Hari Berturut-turut Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
Data KSEI Ungkap Portofolio 13 Saham Lo Kheng Hong
OJK: Progres Klasifikasi Investor Capai 94%, Target Selesai Maret 2026