Ada lagi, inflasi. Laju kenaikan harga pada November melambat jadi 0,17 persen secara bulanan. Secara tahunan, angkanya turun ke 2,72 persen dari sebelumnya 2,86 persen. Kondisi makro yang begini, meski ada titik terang, tetap bikin investor hati-hati. Nah, dalam situasi seperti ini, Phintraco menyarankan untuk memerhatikan saham-saham seperti INDY, MBMA, ANTM, HRUM, dan UNVR.
Namun begitu, pandangan dari rumah sekuritas lain sedikit berbeda. Analis MNC Sekuritas justru melihat peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan. Mereka merujuk pada volume pembelian yang cukup solid di sesi sebelumnya.
“IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave (iii) dari wave [iii], dengan potensi penguatan menuju area 8.660. Namun tetap waspadai potensi koreksi ke rentang 8.460–8.491,”
demikian peringatan dari MNC Sekuritas.
Mereka sendiri punya daftar saham yang layak diawasi, yakni AUTO, BRMS, NICL, dan UNTR. Jadi, pilihannya ada di tangan investor, mau ikut yang mana.
Perlu diingat, setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh Anda. Informasi ini hanya untuk bahan pertimbangan, bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu.
Artikel Terkait
Pemerintah Kejar Target Bersih-Bersih Lumpur Sebelum Ramadan Tiba
Rupiah Terperosok Lagi, Investor Asing Serbu Keluar dari SBN
TRIN Lepas Saham Treasury Rp57 Miliar di Tengah Tekanan Harga
OJK Bongkar Delapan Pelanggaran Serius Dana Syariah Indonesia, Lapor ke Bareskrim