jelasnya.
Soal angka, proyeksi BI dan pemerintah nyaris berimpit. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan berada di kisaran 5,3 persen. Sementara itu, pemerintah mematok target sedikit lebih tinggi, yaitu 5,4 persen.
Perry merasa angka itu sudah sangat baik. "Dibandingkan negara lain, Indonesia masih tinggi. Mendorong dari domestik, konsumsi nasional, investasi nasional, dan mendorong ekspor," ujarnya.
Nah, salah satu senjata andalan untuk mencapai target itu adalah kredit. Perry menyebut ruang untuk menurunkan suku bunga kebijakan masih terbuka lebar. Tapi kapan waktunya? Dia meminta semua pihak bersabar.
"Masih ada ruang penurunan suku bunga. Kapan? Tunggu. Sabar. Suku bunga masih ada ruang penurunan. Makanya perbankan yuk kita turunkan special rate. Bahkan BI mendorong suku bunga kredit,"
tutup Perry, memberikan sinyal yang cukup jelas kepada perbankan.
Artikel Terkait
Aturan BEI Ungkap Kepemilikan Saham Andry Hakim di RMKO dan SOTS
Indonesia Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke AS Antisipasi Penutupan Selat Hormuz
Unicharm Indonesia Catat Kerugian Rp1 Triliun di 2025, Terburuk Sepanjang Sejarah
Pemerintah Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke AS Imbas Penutupan Selat Hormuz