Negosiasi antara Pertamina Patra Niaga dan Shell soal pasokan BBM dikabarkan sudah masuk babak akhir. Hal ini disampaikan oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengutip Antara, Selasa (25/11).
“Vivo kan kemarin sudah, sekarang kabar terakhir Shell memasuki tahap akhir,” ucap Laode.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Tujuannya, memenuhi kebutuhan BBM bagi badan usaha swasta yang kuota impornya sudah habis.
Di sisi lain, sejumlah perusahaan SPBU swasta ternyata sudah lebih dulu menjalin kesepakatan dengan Pertamina. Mereka antara lain AKR, BP, dan VIVO. Untuk tahap awal, Pertamina bahkan sudah menyalurkan 100 ribu barel minyak ke BP-AKR.
Tak hanya itu, Vivo juga mendapat jatah serupa, 100 ribu barel.
Soal Shell, Laode mengungkapkan bahwa perusahaan sudah mengajukan volume pembelian. Sayangnya, ia belum bisa membeberkan angka pastinya.
“Kita tunggu saja (volume Shell),” katanya singkat.
Artikel Terkait
Analis Proyeksi IHSG Melaju ke Zona 9.000 di Awal Pekan
OJK Tuntaskan 2.263 Pinjol Ilegal Sepanjang 2025
Prabowo Restui Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Dasco Jadi Penghubung Kilat
Telepon Subuh Mentan Amran Gagalkan 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal