Di sisi lain, Hartono menegaskan bahwa transaksi besar ini tidak akan mengganggu operasional perusahaan. Bahkan, kondisi keuangan SSMS dipastikan tetap stabil.
"Pembelian aset ini tidak berpotensi mengakibatkan terganggunya kelangsungan usaha Perseroan atau mempengaruhi proforma keuangan Perseroan," tegasnya.
Keyakinan itu mungkin didasarkan pada kinerja kuartal III-2025 yang cukup menggembirakan. SSMS berhasil membukukan laba bersih Rp1 triliun melonjak 64,3 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp609,3 milar. Angka ini setara dengan laba bersih per saham sebesar Rp105,40.
Dengan kinerja yang solid dan transaksi strategis ini, SSMS sepertinya sedang mempersiapkan langkah besar untuk masa depan.
Artikel Terkait
Target Pajak 2025 Meleset, Pemerintah Diduga Pakai Jurus Super Maut
Tamagotchi Paradise Cetak Rekor, Gen Z dan Nostalgia Kidult Jadi Pendorong Utama
Huntara Korban Bencana di Aceh dan Tapsel Dikebut, Target Selesai Sebelum Ramadan
Emas Melonjak, Analis Ramalkan Sentuhan Rekor Baru di Atas USD 5.000