Lalu bagaimana dengan komoditas hortikultura? Untuk aneka cabai, realisasi per 20 November 2025 sudah mencapai 2,84 juta ton atau 92,51 persen dari target tahunan 3,07 juta ton. Tahun depan, produksinya diproyeksikan sedikit lebih tinggi, yaitu 3,08 juta ton.
Sementara itu, bawang merah sudah terealisasi 1,78 juta ton atau 92 persen dari target 1,99 juta ton. Proyeksi 2026 ditetapkan sebesar 2 juta ton.
Untuk komoditas perkebunan, kopi mencatatkan realisasi 104,15 persen atau 813,35 ribu ton dari target 780,95 ribu ton. Tahun 2025 ditargetkan 786 ribu ton. Tebu juga tak kalah bagus, realisasinya 38,60 juta ton (104,86 persen) dari target 36,81 juta ton, dengan target 2026 sebesar 39,5 juta ton.
Kakao produksinya masih 93,62 persen dari target, atau 592,43 ribu ton dari 632,78 ribu ton. Tahun 2026 ditargetkan 633 ribu ton. Sedangkan kelapa baru mencapai 87,15 persen (2,51 juta ton) dari target 2,88 juta ton, dengan target tahun depan 2,89 juta ton.
Di sektor peternakan, produksi daging sapi dan kerbau mencapai 468,4 ribu ton (92,74 persen) dari target 505,08 ribu ton. Target 2026 naik jadi 514 ribu ton. Untuk daging ayam, realisasi 3,7 juta ton (87,88 persen) dari target 4,21 juta ton, dan tahun depan ditargetkan 4,34 juta ton. Adapun telur, realisasinya 5,89 juta ton (86,49 persen) dari target 6,81 juta ton, dengan target 2026 melonjak jadi 7,75 juta ton.
Menutup pemaparannya, Amran menegaskan komitmen pemerintah.
Artikel Terkait
Harga Minyak Diprediksi Tertekan hingga 2026, Baru Pulih Setelahnya
Pasar Tenaga Kerja AS Mandek, Tapi Tingkat Pengangguran Justru Menyusut
Beras untuk Rakyat 2026 Dijamin Aman, Stok Bulog Capai 3,2 Juta Ton
Iran di Ambang Perubahan: Krisis Ekonomi dan Gejolak Sosial Menggerus Fondasi Republik Islam