Menteri Pertanian Amran Sulaiman baru-baru ini mengumumkan kabar menggembirakan soal produksi beras. Berdasarkan data Survei Kerangka Sampel Area (KSA) dari BPS, proyeksi panen beras untuk periode Januari-Desember 2025 diprediksi melonjak menjadi 34,77 juta ton. Angka ini jauh lebih tinggi dari target awal yang hanya 32,07 juta ton.
Dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (24/11), Amran menjelaskan lebih detail.
Yang menarik, proyeksi optimis ini bahkan mengungguli perkiraan yang dirilis United State Department of Agriculture (USDA). Lembaga AS itu sebelumnya memprediksi Indonesia hanya akan memproduksi 34,6 juta ton beras sepanjang musim tanam 2024-2025. Belum lagi FAO yang justru meramalkan angka lebih tinggi lagi, yaitu 35,6 juta ton untuk tahun 2025.
Di sisi lain, Amran juga sempat menyebutkan bahwa stok beras pernah mencapai puncaknya di angka 4,2 juta ton pada Juni 2025. Yang tak kalah penting, target produksi beras untuk tahun 2026 ternyata sudah disiapkan setara dengan realisasi 2025, yaitu 34,77 juta ton.
Tak Hanya Beras, Jagung Jupun Ikut Meroket
Tak cuma beras, komoditas jagung juga menunjukkan tren positif. Untuk periode yang sama, produksi jagung pipilan kering diproyeksikan mencapai 16,55 juta ton. Angka ini naik 9,34 persen dibanding tahun 2024. Dan tahun depannya, targetnya bahkan lebih ambisius: 18 juta ton.
Dengan capaian seperti ini, Amran merasa yain Indonesia tak perlu lagi impor jagung untuk kebutuhan pakan pada 2025. Kabar baik untuk petani dan industri dalam negeri.
Artikel Terkait
Harga Minyak Diprediksi Tertekan hingga 2026, Baru Pulih Setelahnya
Pasar Tenaga Kerja AS Mandek, Tapi Tingkat Pengangguran Justru Menyusut
Beras untuk Rakyat 2026 Dijamin Aman, Stok Bulog Capai 3,2 Juta Ton
Iran di Ambang Perubahan: Krisis Ekonomi dan Gejolak Sosial Menggerus Fondasi Republik Islam