Katanya, serius.
Meningkatkan Tata Kelola
Di sisi lain, Guru Besar FEB UI, Budi Frensidy, melihat demutualisasi sebagai sebuah keharusan. Langkah ini dinilainya penting untuk mendongkrak daya saing BEI di kancah global.
Pendapatnya jelas. Struktur baru akan membawa tata kelola yang lebih profesional dan akuntabel. Pemerintah, dalam hal ini, dinilainya membutuhkan ekosistem pasar modal yang jauh lebih kuat. Baik dari sisi suplai seperti free float, maupun dari sisi permintaan investor institusi. "Penguatan ekosistem penting agar likuiditas pasar makin dalam dan mengurangi potensi benturan kepentingan," tegas Budi.
Tapi, ya, selalu ada tapinya. Budi tak menampik bahwa demutualisasi juga punya sisi gelap. Risiko komersialisasi menjadi kekhawatiran yang paling nyata.
Ujarnya. Sebuah peringatan yang patut dicermati sebelum langkah besar ini benar-benar diambil.
Artikel Terkait
OCBC NISP Bagikan Dividen Rp1,03 Triliun, Nilai per Saham Turun 58%
Avian Brands Bagikan Dividen Final Rp709 Miliar, Total 2026 Capai Rp1,36 Triliun
Analis Soroti Anomali: Kinerja BCA Gemilang, Harga Saham Justru Anjlok
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Setara Rp45 per Saham untuk Tahun Buku 2025