IHSG Tumbang ke 8.399, Rupiah Justru Cetak Penguatan di Tengah Awan Kelam Asia

- Jumat, 21 November 2025 | 11:42 WIB
IHSG Tumbang ke 8.399, Rupiah Justru Cetak Penguatan di Tengah Awan Kelam Asia

Pasar saham Indonesia kembali berakhir di zona merah pada perdagangan siang ini, Jumat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 0,24 persen, terperosok ke level 8.399,33. Tak sendirian, indeks LQ45 juga ikut terseret dengan penurunan 0,41 persen ke posisi 844,565.

Pergerakan saham di dalam negeri terlihat cukup beragam. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 264 emiten berhasil mencetak keuntungan. Namun, jumlahnya kalah dengan saham yang tertekan, yaitu 336 saham. Sementara itu, sebanyak 205 saham lainnya stagnan tanpa perubahan harga yang berarti.

Di tengah pelemahan ini, transaksi tetap berdenyut. Volume perdagangan mencapai 20,59 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1,1 juta kali frekuensi. Nilai transaksinya pun tidak main-main, menembus angka Rp 8,5 triliun.

Beberapa saham tampaknya menjadi penyumbang terbesar tekanan pada indeks. Saham-saham yang masuk dalam daftar "top losers" siang ini antara lain:

  • Raja Roti Cemerlang yang anjlok 5,75 persen ke level 148.
  • Cisarua Mountain Dairy tak ketinggalan, merosot 5,62 persen ke 5.875.
  • Anugerah Spareparts Sejahtera ikut terpuruk dengan penurunan 4,94 persen, berada di harga 77.
  • Remala Abadi menyusul dengan penurunan 4,26 persen ke 4.770.

Di sisi lain, ada sedikit kabar baik dari pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah ternyata menunjukkan performa yang berbeda. Mengutip data Bloomberg, rupiah justru menguat 26 poin atau setara 0,16 persen terhadap dolar AS, menjadi Rp 16.710.

Sayangnya, sentimen negatif ini sepertinya tidak hanya terjadi di Indonesia. Bursa saham regional sepanjang Asia hari ini juga dibayangi awan merah. Jepang, misalnya, mengalami penurunan yang cukup dalam. Indeks Nikkei 225 terpangkas 2,41 persen ke 48.622,1.

Hong Kong dan China juga tak luput dari tekanan. Indeks Hang Seng melemah 2,07 persen ke 25.300,27, sementara SSE Composite di China merosot 1,88 persen ke 3.857,239. Singapura pun ikut terseret, dengan Straits Times turun 0,95 persen ke 4.468,939. Suasana hati pasar Asia hari ini jelas tidak bersemangat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar