Wall Street kembali berakhir di zona merah pada Kamis (20/11/2025), terseret oleh pelemahan tajam saham-saham teknologi. Pasar yang sempat optimis di pagi hari akhirnya berbalik arah, didorong oleh reaksi campur terhadap laporan pendapatan Nvidia dan data ketenagakerjaan AS yang ternyata lebih kompleks dari perkiraan awal.
Nvidia, raksasa chip yang jadi barometer semangat AI, sempat melonjak hingga 5 persen di sesi pagi. Tapi euforia itu tak bertahan lama. Sahamnya justru berbalik melemang ketika perdagangan berakhir. Banyak perusahaan chip lainnya ikut terperosok, menyeret indeks semikonduktor ke wilayah negatif.
Menurut sejumlah saksi di lantai bursa, volatilitas hari itu benar-benar luar biasa. Baik Nasdaq maupun Dow Jones berayun liar lebih dari 1.000 poin dari level tertinggi ke terendah harian. Nasdaq yang sempat naik 2,6 persen akhirnya kolaps dan ditutup anjlok lebih dari 2 persen.
Angka-angka akhirnya berbicara jelas: S&P 500 anjlok 103,07 poin (1,52%) ke level 6.539,09. Nasdaq Composite terpangkas 479,64 poin (2,16%) menjadi 22.084,59. Sementara Dow Jones Industrial Average menyusut 381,52 poin (0,83%) ke posisi 45.757,25.
Kekhawatiran terbesar investor sekarang adalah soal valuasi sektor teknologi yang dianggap sudah terlalu mahal. Apalagi di tengah gelembung belanja kecerdasan buatan yang makin membesar. Imbasnya, Nasdaq kini sudah jauh melunak dari puncaknya yang tercapai bulan Oktober lalu.
Artikel Terkait
IHSG Terganjal di 8.970, Analis Soroti Peluang di Sektor Tambang
Greenland dan Tamagotchi: Ambisi Strategis Trump dan Kebangkitan Mainan Nostalgia
Trump Desak Raksasa Minyak AS Gelontorkan Rp 1.500 Triliun ke Venezuela
Harga Minyak Diprediksi Tertekan hingga 2026, Baru Pulih Setelahnya