Smartphone ini memang populer karena menawarkan keseimbangan yang pas antara spesifikasi dan harga, ditambah dukungan software yang baik. Tapi ceritanya nggak mulus-mulus amat. Rilis Galaxy A17 5G yang lebih cepat dari perkiraan sedikit menggerus penjualan pendahulunya itu.
Di segmen flagship, Samsung juga patut diacungi jempol. Seri Galaxy S mereka bertengger di puncak untuk tahun kedua kalinya. Karn Chauhan, analis senior Counterpoint, melihat ada perkembangan menarik dari Galaxy S25 Ultra.
"Perangkat ini (Galaxy S25 Ultra) menghadirkan kemampuan AI terdepan, didukung oleh peningkatan berkelanjutan pada aspek utilitas, produktivitas, media, serta sejumlah fitur eksklusif seperti AI Select dan Audio Eraser," papar Chauhan.
Ia menambahkan, "Yang menarik, Galaxy S25 Ultra berhasil memperkecil selisih pangsa penjualan dengan seri A Samsung yang paling laris, meskipun terdapat perbedaan harga yang signifikan."
Perangkat ini konon tumbuh lebih dari tiga kali lipat di Jepang dan mencatat pertumbuhan dua digit di India. Cukup impresif untuk ponsel sekelas flagship.
Ke depan, Counterpoint punya prediksi yang perlu diwaspadai. Pasar ponsel pada 2026 kemungkinan akan dihadapkan pada kelangkaan memori. Dampaknya bakal paling terasa di segmen entry-level sampai menengah, yang banyak dijual di pasar berkembang seperti Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.
Dalam situasi seperti itu, ponsel flagship justru diprediksi akan meningkatkan porsi penjualannya secara global. Memang, siklus ganti ponsel sekarang jadi lebih panjang. Tapi program pembiayaan, tukar-tambah, dan maraknya pasar ponsel bekas berkualitas, diperkirakan bisa membantu menjaga permintaan tetap stabil. Tahun depan, persaingan dipastikan akan makin seru.
Artikel Terkait
Blibli Gelar Double Day 2.2, Diskon 22% Siapkan Ramadan Tanpa Ribet
Dominasi Mutlak: Sepuluh Besar Universitas AI Dunia Kini Semuanya dari China
Undan Kacamata: Sang Penjelajah dengan Paruh Fantastis
Dari Balik Layar: Seorang Penulis Menjawab Skeptisisme dengan Kata sebagai Warisan