Kalau dengar kata "studio kreatif", yang terbayang pasti ruangan penuh peralatan mahal. Tapi sekarang, bagi Gen-Z, studio terbaik itu justru yang muat di saku celana. Ringkas, gesit, dan selalu siap menangkap momen apa pun di era Instagram Reels, TikTok, dan YouTube Shorts ini.
Nah, Samsung Galaxy Z Flip7 yang dibekali Google Gemini AI hadir untuk memenuhi kebutuhan itu. Perangkat clamshell ini bukan cuma hp biasa. Ia bisa jadi asisten pribadi buat kontenmu mulai dari merencanakan ide, ngasih saran konsep, sampai memberi tahu langkah-langkah eksekusinya.
Memang sih, tren di kalangan Gen-Z itu berubah cepat banget. Baru kemarin semua orang bikin video OOTD di depan kaca, eh besoknya udah ramai konten POV jalan-jalan atau daily vlog yang terlihat simpel tapi estetik. Meski kelihatannya spontan, semua konten itu tetap butuh visual yang rapi dan konsisten. Biar enak dilihat, dan nggak gampang tenggelam di banjir feed.
Makanya, mereka butuh satu perangkat yang bisa jadi banyak hal sekaligus: kamera, editor, sutradara, plus generator ide. Di sinilah kombinasi Galaxy Z Flip7 dan Gemini AI mulai terasa manfaatnya.
Proses Ide Nggak Lagi Buntu
Buat kreator pemula sampai menengah, fase pra-produksi sering jadi hambatan terbesar. Ide ada di kepala, tapi bingung mau mulai dari mana untuk mengeksekusinya.
Fitur Gemini Canvas hadir dengan pendekatan yang cocok banget buat Gen-Z. Cukup ketik deskripsi sederhana, misalnya, “travel POV sore hari, tone hangat, aesthetic cafe hopping”. Dalam sekejap, Canvas bakal menyusun moodboard dan storyboard awal. Praktis banget.
Ini sangat membantu untuk konten-konten yang sedang viral, kayak POV naik MRT Jakarta, mirror outfit di lift mall, atau flat-lay kopi di kafe. Daripada harus scroll Pinterest berjam-jam, kamu langsung punya referensi visual buat direalisasikan hari itu juga.
Artikel Terkait
Mengapa Hidung Kita Selalu Ada di Depan Mata, Tapi Tak Pernah Terlihat?
Galaxy S26 Bakal Hadirkan Layar Anti-Mata-mata untuk Privasi di Tempat Ramai
Durov dan Musk Serang WhatsApp: Hanya Orang Bodoh yang Percaya Aman di 2026
Konservasi di Pesisir Malang: Saat Urusan Dapur Berbenturan dengan Pelestarian Alam