Hari ini, suasana di SMK Negeri 1 Cimahi tampak berbeda. Telkomsel secara resmi membuka gelaran Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10. Tema tahun ini cukup menarik: “Level Up The Future with AI”.
Sejak 2016, program tanggung jawab sosial tahunan ini memang punya misi jelas: membekali anak muda dengan kemampuan digital yang bertanggung jawab. Kali ini, fokusnya adalah kecerdasan buatan. Ribuan pelajar SMA/SMK akan diajak memanfaatkan AI secara kreatif, aman, dan produktif. Semuanya tetap mengacu pada prinsip BAIK singkatan dari Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif.
Setelah Cimahi, festival ini akan berkelana. Jadwal selanjutnya adalah Jambi pada 5 Februari, lalu Pontianak di bulan April, tepatnya tanggal 22. Puncak acara penutup rencananya digelar di Surakarta, 30 April mendatang.
Acaranya sendiri dirancang cukup komprehensif. Ada AI Camp Training dengan tiga jalur kreativitas berbeda: Creativa, Syntech, dan Cyberlite. Selain itu, tersedia AI Workshop yang dikhususkan untuk siswa, guru, bahkan orang tua. Tak ketinggalan, diskusi inspiratif yang menghadirkan praktisi AI dan pegiat literasi digital untuk berbagi pengalaman.
Inisiatif seperti ini sejalan dengan visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. Di sisi lain, ada juga Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Dunia Maya (PP TUNAS) yang ingin dipastikan implementasinya. Intinya, bagaimana generasi muda bisa terlindungi dan tetap berkembang positif di era digital yang serba cepat ini.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, memberikan apresiasi. Menurutnya, konsistensi Telkomsel melalui IBFEST patut diapresiasi.
Pendapat serupa disampaikan Direktur Utama Telkomsel, Nugroho. Ia menekankan bahwa dalam IBFEST Series 10 ini, tujuannya adalah memastikan generasi muda tak sekadar ikut tren.
Nugroho menambahkan, semangat ini sejalan dengan inisiatif Telkomsel Jaga Cita untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan aman melalui berbagai solusi lainnya.
Tiga Jalur Belajar, Satu Tujuan
Agar pembelajaran lebih fokus, IBFEST Series 10 membagi peserta ke dalam tiga jalur peminatan. Setiap jalur punya karakteristiknya sendiri.
Pertama, Creativa (Seni Digital). Jalur ini cocok bagi pelajar yang ingin mengeksplorasi seni dengan bantuan AI. Mulai dari pembuatan musik, film pendek, hingga cerita ilustrasi digital.
Kedua, Syntech (Inovasi & Solusi). Fokusnya pada pengembangan solusi praktis untuk masalah sehari-hari. Peserta diajak membuat aplikasi sederhana, mini-games edukatif, atau prototipe produk digital.
Artikel Terkait
Oppo Resmi Luncurkan Reno 15 Series di Indonesia, Harga Mulai Rp 5,5 Jutaan
Huawei Nova 14 Pro Resmi Meluncur, Bawa Teknologi Kamera Flagship ke Kelas Menengah
OpenAI Pasang Sensor Usia di ChatGPT untuk Lindungi Pengguna Muda
Xiaomi Luncurkan Kacamata Pintar dan TWS Terjangkau di Pasar Indonesia