Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan para menteri di Istana Merdeka, Selasa (10/3/2026). Agenda utamanya jelas: memastikan segala persiapan menyambut Lebaran Idulfitri 1447 H berjalan mulus, tanpa kendala berarti.
Dalam pertemuan itu, Presiden secara khusus menginstruksikan koordinasi yang lebih ketat antar kementerian dan lembaga. Tujuannya, menjaga stabilitas logistik dan harga pangan nasional. Menurut sejumlah saksi, rapat berlangsung cukup intens, membahas berbagai skenario antisipasi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang hadir dalam rapat kemudian memberikan penjelasan kepada awak media.
"Presiden menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menjaga ketersediaan pangan, mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke berbagai daerah," ujar Teddy.
Pesan dari Istana terasa sangat kuat: jangan sampai ada hambatan distribusi di lapangan yang bisa memicu gejolak harga. Fokusnya tak cuma pada beras atau daging ayam, tapi juga pada sektor pendukung seperti energi dan transportasi. Pemerintah berkomitmen penuh agar pasokan BBM dan layanan angkutan umum tetap andal, terutama untuk memfasilitasi arus mudik yang selalu membludak.
Di sisi lain, pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri kunci. Tampak hadir Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dan Men ESDM Bahlil Lahadalia. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pemerintah mengambil pendekatan komprehensif untuk menekan inflasi musiman yang kerap muncul setiap tahun.
Peran BUMN pun tak luput dari sorotan. Perusahaan-perusahaan pelat merah diharap bisa jadi garda terdepan, baik untuk menyangga stok barang pokok maupun memberikan layanan publik terbaik selama libur panjang nanti.
Pada akhirnya, langkah-langkah preventif ini diambil dengan satu harapan: meminimalisir risiko kelangkaan. Dengan begitu, masyarakat diharapkan bisa merayakan hari raya dengan tenang, tanpa dibebani rasa khawatir akan harga yang melambung atau barang yang sulit dicari. Situasi ekonomi yang terjaga menjadi kunci kenyamanan bersama.
Penulis: Fityan
Editor: Redaktur
Artikel Terkait
Gubernur Jateng Dorong Kontes Sapi Perah untuk Pacu Produksi Susu
Pencairan PKH Tahap II 2026 Dimulai, Pemerintah Percepat Jadwal Demi Efisiensi Data
Tito Karnavian Ajak Kepala Daerah Sumbagsel Susun Program Prioritas 2027-2029
BRILink Agen Mekaar Tembus 426 Ribu Agen, Volume Transaksi Capai Rp3,52 Triliun