Mengapa? Kekayaan pribadi Musk sendiri sudah luar biasa. Diperkirakan mencapai 700 miliar dolar, atau sekitar Rp 12.000 triliun. Itu membuatnya jadi orang terkaya di dunia, dengan jarak yang sangat jauh dari pesaing terdekat.
Reuters bahkan mencatat, hartanya melampaui kekayaan Larry Page, pendiri Google yang ada di posisi kedua, dengan selisih sekitar 500 miliar dolar menurut daftar Forbes.
Belum lama ini, pemegang saham Tesla juga menyetujui paket kompensasi untuk Musk senilai 1 triliun dolar. Sebuah rekor baru untuk bayaran korporasi. Dengan latar belakang seperti itu, tambahan 134 miliar dolar dari gugatan ini mungkin terlihat seperti angka receh baginya.
OpenAI sendiri tampaknya sudah bersiap. Menurut informasi, perusahaan mengirim surat ke para investor dan mitra bisnisnya pada Kamis (15/1) lalu. Isinya berupa peringatan.
Mereka menyebut Musk kemungkinan akan melontarkan klaim-klaim yang sengaja dibuat sensasional dan menarik perhatian, terutama menjelang persidangan yang dijadwalkan berlangsung April mendatang di Oakland, California.
Jadi, ini lebih dari sekadar tuntutan ganti rugi. Ini adalah babak baru dari perseteruan panjang antara sang visioner dengan perusahaan yang pernah ia bantu lahirkan. Dan kita semua hanya bisa menunggu, apa yang akan terjadi di ruang sidang nanti.
Artikel Terkait
Industri 5.0: Saat Manusia Kembali Jadi Pusat Kemajuan
Xiaomi Siapkan Dua Pendekatan Audio untuk Gaya Hidup Digital
LandSpace, Murid SpaceX dari China, Gagal Mendaratkan Roket Reusable Pertamanya
China Larang Perangkat Lunak Keamanan AS dan Israel, Dukung Produk Lokal