Tikus Astronaut China Lahirkan Sembilan Anak Usai Misi Dua Pekan di Luar Angkasa

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:06 WIB
Tikus Astronaut China Lahirkan Sembilan Anak Usai Misi Dua Pekan di Luar Angkasa

Layaknya seleksi astronaut manusia, proses pemilihan tikus ini tidak main-main. CAS melakukan serangkaian tes ketat, mulai dari kebugaran, keseimbangan, ketahanan terhadap mabuk perjalanan, sampai uji ketekunan. Sebelumnya, sebuah video yang dirilis CAS memperlihatkan tikus-tikus itu aktif dan tampak cukup nyaman beradaptasi di kandang khusus mereka. Kandang itu dirancang cerdas dengan aliran udara khusus, untuk menangani masalah rambut dan kotoran yang bisa beterbangan di gravitasi nol.

Pemantauan kesehatan induk dan anak-anaknya masih terus berlangsung. Dua pekan di luar angkasa bagi tikus, yang siklus hidupnya pendek, setara dengan lebih dari satu tahun misi bagi manusia. Jadi, dampak jangka panjangnya masih jadi bahan pengamatan.

Meski begitu, para ilmuwan mengakui penelitian ini belum menjawab semua pertanyaan. Induk tikus tidak hamil atau melahirkan di kondisi mikrogravitasi. Mereka juga tidak melewati sabuk radiasi Van Allen, sehingga terhindar dari paparan radiasi paling berbahaya. Ada tekanan lain yang muncul: sampah antariksa sempat menunda kepulangan mereka, yang membuat stok makanan menipis. Solusi daruratnya? Memberi mereka susu kedelai milik para taikonaut.

Reproduksi Manusia dan Tantangan Antariksa

Sebenarnya, sejak 1964 dunia sudah punya petunjuk bahwa kesuburan tidak serta-merta hilang di luar angkasa. Valentina Tereshkova, perempuan pertama di orbit, melahirkan anak kurang dari setahun setelah misinya. Tapi misi singkat di era itu jelas beda dengan perjalanan antariksa jangka panjang yang kita bayangkan sekarang.

Tikus sendiri bukan pemula di dunia ini. Mereka sudah dikirim dalam penerbangan sub-orbital sejak 1950-an. Bahkan, lima ekor tikus pernah mengorbit Bulan dalam misi Apollo 17 tahun 1972. Sayangnya, keempat tikus yang selamat saat itu harus dieutanasia sebelum sempat bereproduksi. Pada 2018, 20 tikus juga dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk diteliti.

Lantas, apa langkah selanjutnya? Mungkin saatnya badan antariksa di dunia mempertimbangkan untuk mengirim hewan yang lebih besar seperti babi atau sapi ke orbit. Untuk melihat, kira-kira apa yang akan terjadi pada mereka di sana.


Halaman:

Komentar