Kemenag Tegaskan Awal Ramadan 2026 Tunggu Sidang Isbat, Bukan Kalender

- Minggu, 11 Januari 2026 | 16:40 WIB
Kemenag Tegaskan Awal Ramadan 2026 Tunggu Sidang Isbat, Bukan Kalender

Kementerian Agama sudah mengisyaratkan kemungkinan adanya perbedaan dalam menentukan kapan puasa Ramadan 1447 Hijriah dimulai. Meski begitu, keputusan resmi tetap akan menunggu sidang isbat. Jadi, belum ada kepastian mutlak saat ini.

Menurut Thobib Al Asyhar, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, kalender Hijriyah pemerintah dan sejumlah ormas memang menunjukkan tanggal 19 Februari 2026. Tapi, itu bukan patokan final.

"Pemerintah tetap akan menunggu sidang isbat awal Ramadan 1447 H, yang rencananya digelar pada 17 Februari 2026," jelasnya kepada wartawan, Minggu lalu.

Di sisi lain, ada juga penetapan yang sudah keluar lebih dulu. Thobib mencontohkan organisasi masyarakat Muhammadiyah, yang lewat maklumat resminya sudah punya tanggal sendiri.

"Sedangkan maklumat Ormas Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1447 H bertepatan tanggal 18 Februari 2026," ucapnya.

Dengan adanya dua patokan ini, kemungkinan besar akan terjadi perbedaan lagi. Thobib mengakui hal ini. Tapi menurutnya, situasi seperti ini sebenarnya sudah biasa terjadi di Indonesia. Hanya saja, imbauan resmi tetap satu.

"Namun, kami tetap mengimbau agar publik dapat mengikuti keputusan pemerintah," tegasnya.

Meski begitu, Kemenag tak memaksa. Mereka tak menutup pintu bagi siapa pun yang mungkin mengikuti awal Ramadan yang berbeda. Syaratnya cuma satu: kerukunan harus dijaga.

"Jika memang hal tidak bisa dihindarkan, di tengah perbedaan, agar masyarakat tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah (kebangsaan)," pungkas Thobib.

Intinya, perbedaan mungkin terjadi, tapi persatuan tidak boleh goyah. Itu pesan utamanya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar