Belum lama ini, kami berkesempatan mengintip langsung laboratorium Oppo di China. Lokasinya ada di Binhai Bay Campus dan Chang'an Campus. Di sanalah, kami menyaksikan sendiri bagaimana ponsel-ponsel mereka menjalani serangkaian uji coba yang cukup ekstrem.
Bayangkan saja, ada 180 jenis pengujian yang harus dilalui setiap unit. Tujuannya jelas: memastikan setiap ponsel yang keluar dari pabrik benar-benar tahan banting dan punya umur panjang.
Dijatuhkan Ribuan Kali, Dimasukkan ke Berbagai Cairan
Salah satu uji yang paling menarik perhatian adalah uji ketahanan jatuh. Ponsel dijatuhkan dari ketinggian satu meter ke permukaan marmer bukan cuma sekali dua kali, tapi sampai 12 hingga 32 kali! Setelah itu, levelnya dinaikkan. Dari ketinggian 1,5 meter hingga 2,5 meter, diulang sampai sepuluh kali.
Namun begitu, itu belum seberapa. Ada juga pengujian dengan cara dijatuhkan dari jarak pendek, hanya beberapa sentimeter. Tapi jangan bayangkan cuma beberapa kali proses ini dilakukan sampai 14 ribu kali! Setelah semua "siksaan" itu, tim Oppo memeriksa fungsi dan tampilan ponsel, lalu membongkarnya untuk melihat kondisi bagian dalam.
Di sisi lain, uji ketahanan air juga tak kalah ketat. Ponsel dalam keadaan menyala disemprot air dengan volume berbeda-beda selama tiga menit penuh. Lalu, dibiarkan mengering selama tiga hari sebelum akhirnya dibongkar. Tujuannya: memastikan tidak ada korosi di komponen dalam.
Kami juga melihat langsung uji coba pada Oppo A6 Pro. Ponsel itu dicelupkan sebentar ke dalam berbagai cairan: air es, jus jeruk, kopi, soft drink, teh, sampai susu. Menurut penjelasan tim, mereka menarget lebih dari 20 titik rentan. Mereka pakai teknologi seperti silikon tahan air, membran khusus, hingga rangka tengah yang dibuat lebih tebal.
Hasilnya? Setelah diangkat dari cairan-cairan tadi, ponsel masih bisa berfungsi normal. Buka aplikasi, pakai kamera semua lancar. Bahkan, Oppo mengklaim ketahanan airnya jauh melampaui standar IPX8 yang biasa diterapkan pada smartphone.
Tak cuma itu, ponsel juga diuji dalam kondisi ekstrem. Suhu dites dari -40°C sampai 75°C, lalu dari -20°C hingga 60°C. Dalam kondisi begitu, semua fungsi harus tetap normal.
Bagian tombol juga tak luput dari pengujian. Tombol daya diklik 500 ribu kali, sementara tombol volume 200 ribu kali. Selama proses, tidak boleh ada kerusakan atau kegagalan fungsi sama sekali.
Untuk ponsel lipat, uji buka-tutup dilakukan sampai 500 ribu kali. Tujuannya sederhana: memastikan engsel dan layar tetap berfungsi baik, dan tampilan ponsel tetap normal setelah puluhan ribu kali lipat.
Serangkaian uji yang melelahkan? Tentu. Tapi dari situlah Oppo berusaha memastikan setiap ponsel yang sampai ke tangan konsisten sudah melewati fase "penyiksaan" terlebih dahulu.
Artikel Terkait
INNOSPACE Cetak Rekor Uji Mesin Metana 420 Detik, Teknologi Pendinginan Ganda Siap Tingkatkan Efisiensi Roket
Pertamina Patra Niaga Raih Penghargaan Digital Innovation Awards 2026 Berkat Aplikasi My Pertamina
AS Investigasi 120 Laboratorium Biologi AS di Luar Negeri untuk Hentikan Risiko Patogen Berbahaya
Google Sediakan Fitur Bawaan Lacak, Kunci, hingga Hapus Data Ponsel Android yang Hilang