Sebanyak 23 orang berhasil dievakuasi dengan selamat setelah bencana tanah longsor melanda wilayah Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kejadian longsor di Cilacap ini terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB akibat hujan deras yang berlangsung dalam durasi panjang.
Bencana alam di Majenang ini menimpa tiga dusun terdampak yaitu Dusun Cibeunying, Dusun Cibaduyut, dan Dusun Tarakan. Tim gabungan BPBD Cilacap bersama petugas SAR segera melakukan operasi evakuasi korban longsor di lokasi kejadian.
Hingga Jumat dini hari, proses evakuasi korban longsor Majenang berhasil menyelamatkan 23 warga. Data terbaru menunjukkan tiga korban mengalami luka-luka ringan sementara dua orang lainnya dilaporkan meninggal dunia dalam insiden longsor Jawa Tengah ini.
"Kami bersyukur 23 warga berhasil diselamatkan. Ini hasil kerja keras tim gabungan yang bergerak cepat di tengah kondisi medan yang sulit," jelas Abdul Muhari selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Operasi pencarian korban longsor Cilacap masih terus berlangsung untuk menemukan 21 warga yang hingga kini dinyatakan hilang. Kondisi tanah yang masih labil menjadi kendala utama tim evakuasi dalam menjalankan pencarian selama masa golden time.
Untuk mendukung proses evakuasi longsor di Majenang, satu unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi bencana. Kerusakan properti akibat bencana ini meliputi 12 unit rumah yang rusak dan 16 rumah lainnya dalam kondisi terancam bahaya longsor.
Upaya pertolongan dan pencarian korban terus diintensifkan dengan harapan dapat menemukan lebih banyak warga dalam keadaan selamat dari musibah tanah longsor Cilacap ini.
Artikel Terkait
Anggota Polri Meninggal dengan Luka Mencurigakan, Propam Polda Sulsel Lakukan Visum dan Pemeriksaan
Aktivis HAM Soroti Ironi Anggaran Negara Usai Tragedi Anak Meninggal karena Tak Mampu Beli Alat Tulis
AC Milan Tersungkur di San Siro, Kalah 0-1 dari Parma
Pakar Hukum Soroti Daya Paksa dan Krisis Kepercayaan Publik pada Aparat