Mentan Amran Copot ASN Sewakan Lahan Negara: Sidak Tegas di Subang

- Kamis, 13 November 2025 | 11:40 WIB
Mentan Amran Copot ASN Sewakan Lahan Negara: Sidak Tegas di Subang
Mentan Amran Sulaiman Tegaskan Akan Copot ASN yang Sewakan Lahan Negara

Mentan Amran Sulaiman Tegaskan Akan Copot ASN yang Sewakan Lahan Negara

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil sikap tegas terhadap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pertanian yang terbukti menyewakan lahan negara kepada pihak luar. Kebijakan ini ditekankan untuk menjaga aset negara dan memastikan pemanfaatannya untuk kepentingan publik.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) di lahan percobaan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Padi Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Mentan menegaskan pola kerja cepat dan tanpa kompromi. "Model baru sekarang, tidak perlu rapat lama-lama di kantor. SK dicopot atau diganti langsung di lapangan. Kalau saya temukan kasus seperti ini, akan saya copot," ujarnya.

Langkah tegas ini merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga amanah rakyat. Mentan menekankan bahwa aset negara harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan bangsa, bukan untuk keuntungan pribadi. “Ada yang salah, kita perbaiki. Tapi jangan biarkan pelanggaran sekecil apa pun menggerogoti amanah rakyat. Ini kepercayaan besar dari rakyat kepada kita,” tegas Amran Sulaiman.

Pencopotan Langsung di Lapangan

Dalam sidak tersebut, Mentan telah mengambil tindakan tegas dengan mencopot oknum ASN yang terbukti menyewakan lahan negara seluas 300 hektare. Pencopotan jabatan dilakukan langsung di lokasi kejadian. "Kita ini punya teknologi, punya alat, punya sumber daya manusia, lahannya ada, tapi malah disewakan kepada orang. Ini tidak benar. Hari ini juga kami copot direkturnya dan eselon tiganya. SK-nya langsung saya serahkan di lapangan," papar Mentan.

Dari total lahan 300 hektare di Sukamandi, hanya satu hektare yang dikelola dengan benar, sementara 299 hektare lainnya disewakan ke pihak luar. Menanggapi temuan ini, Mentan memerintahkan agar seluruh lahan segera difungsikan kembali untuk kepentingan pertanian negara. “Saya temukan satu hektare yang dikelola, sementara 299 hektare disewakan. Mulai hari ini, lahan itu harus dikerjakan kembali. Kami beri waktu tiga bulan untuk membuktikan hasil,” tuturnya.

BRMP sebagai Pusat Inovasi Pertanian

Amran Sulaiman menambahkan bahwa lahan percobaan seperti BRMP harus menjadi pusat inovasi dan pengembangan benih unggul nasional. Ia meminta seluruh BRMP di Indonesia untuk memproduksi bibit terbaik dan menjadi contoh bagi petani di sekitarnya.

“Kami minta seluruh BRMP se-Indonesia menanam bibit dan benih terbaik. Harus lebih baik daripada lingkungannya. Gunakan teknologi terbaik. Jadilah contoh. Ini yang kami mau, karena BRMP ini ada di seluruh Indonesia. Harus jadi yang terdepan," tegas Mentan.

Kebijakan dan tindakan tegas ini diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi lahan pertanian negara serta mendorong kemajuan sektor pertanian Indonesia secara keseluruhan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar