Menyongsong puncak arus mudik Lebaran 2026, Jasa Raharja sudah menyiapkan skema terpadu. Rencana ini digelar untuk mendukung penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun depan, yang diprediksi bakal sangat padat.
Menurut Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, kesiapan dilakukan menyeluruh. Mulai dari fase pra-mudik, puncak keberangkatan, hingga saat semua orang memutar haluan untuk arus balik.
"Kami dari Jasa Raharja tahun ini melakukan kesiapan yang terintegrasi, baik menjelang arus mudik, saat arus mudik, maupun arus balik," kata Awaluddin, Rabu (25/2/2026).
“Bersama Korlantas Polri dan stakeholder lainnya, kami telah melakukan survei jalur serta pemetaan titik rawan kecelakaan. Petugas Jasa Raharja di 63 cabang dan 29 kantor wilayah juga ikut melakukan ramp check bersama Ditlantas di masing-masing Polda, dan kegiatan tersebut masih berlangsung hingga saat ini.”
Tak cuma mengandalkan patroli, perusahaan juga akan membuka 25 pos pelayanan terpadu. Salah satu titik andalannya ada di KM 81, yang bakal difungsikan sebagai check point. Di sana, selain pengecekan kesehatan, tersedia juga layanan pendukung lain lokasinya sengaja dipilih di luar rest area agar lebih strategis.
Di belakang layar, kolaborasi dengan rumah sakit terus dioptimalkan. Tujuannya jelas: memastikan proses penjaminan untuk korban kecelakaan berjalan cepat, tanpa birokrasi berbelit.
"Tahun ini kami mengoptimalkan proses zero pending claim," jelas Awaluddin lagi.
“Sehingga masyarakat yang menjadi korban kecelakaan dapat kami layani dengan sebaik-baiknya dan seefektif mungkin. Ini bagian dari komitmen kami dalam memberikan asuransi kecelakaan secara cepat dan transparan.”
Sebagai bagian dari ekosistem BUMN, Jasa Raharja terus mendorong digitalisasi. Mulai dari sistem santunan, integrasi data dengan kepolisian dan rumah sakit, hingga peningkatan standar pelayanan. Intinya, mereka ingin memastikan negara benar-benar hadir memberi perlindungan saat masyarakat paling membutuhkan.
Semua paparan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2026/1447 H oleh Kementerian Perhubungan, Selasa (24/2) lalu. Forum itu sendiri dihadiri banyak pihak: kementerian/lembaga, TNI/Polri, pemda, hingga operator transportasi dan BUMN sektor infrastruktur.
Dalam arahannya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan satu hal: kesiapan teknis.
"Saya ingin kita memperhatikan bersama aspek-aspek teknis dari moda transportasi yang akan digunakan," kata Dudy.
“Kita pastikan tidak ada yang terlewat berkaitan dengan persiapan teknis, sehingga seluruh moda transportasi benar-benar berkeselamatan.”
Dia pun memberi masukan spesifik. Kepada maskapai, diminta antisipasi lonjakan penumpang dengan menyiapkan penerbangan tambahan. Tren pemesanan tiket yang sudah ramai jadi pertimbangan utama.
Sementara untuk Pelindo, Dudy mengingatkan agar kemacetan pasca-Lebaran seperti yang terjadi saat Nataru lalu tidak terulang. Manajemen penampungan kendaraan harus jauh lebih baik.
"Kita ingin pelaksanaan Angkutan Lebaran berjalan tertib sesuai komitmen bersama," tuturnya.
“Koordinasi dan kepatuhan seluruh pihak menjadi faktor penting agar tidak terjadi gangguan yang berdampak pada kelancaran dan keselamatan masyarakat.”
Nah, melalui partisipasi dalam rakor lintas sektor ini, Jasa Raharja ingin menegaskan komitmennya. Mereka berjanji menghadirkan pelayanan prima, dengan prinsip melayani sepenuh hati. Tujuannya satu: mendukung keselamatan berkendara selama gelombang mudik dan balik Lebaran nanti.
Artikel Terkait
Tangis Haru dan Saling Memaafkan Warnai Puncak Wukuf Jemaah Haji ESQ Tours di Arafah
Militer Israel Klaim Tewaskan Kepala Baru Sayap Bersenjata Hamas di Tengah Gencatan Senjata
Anak-anak Gaza Paksa Bekerja di Tengah Puing Iduladha demi Menopang Keluarga
Anggota DPR Dorong Pemerintah Perkuat Beasiswa dan Optimalisasi CSR untuk Pendidikan Vokasi