OPEC Diprediksi Kembali Naikkan Produksi Minyak Sebanyak 137 Ribu BPH
Kelompok OPEC yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia diprediksi akan kembali meningkatkan produksi minyak mereka. Hal ini menyusul rencana diadakannya pertemuan virtual yang digelar oleh kelompok negara pengekspor minyak tersebut.
Peningkatan produksi minyak oleh OPEC diproyeksikan mencapai 137 ribu barel per hari (bph). Angka ini setara dengan kenaikan produksi yang dilakukan pada bulan sebelumnya. Langkah ini semakin mengukuhkan strategi mereka untuk merebut pangsa pasar minyak global.
Strategi V8 dan Peningkatan Produksi Kumulatif
Kelompok Voluntary Eight (V8), yang terdiri dari Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, telah secara konsisten menaikkan output sejak April. Secara total, peningkatan produksi oleh V8 telah mencapai sekitar 2,7 juta barel per hari.
Strategi jangka panjang OPEC ini bertujuan untuk bersaing merebut pasar dari produsen minyak di luar anggota mereka, dengan fokus utama pada Amerika Serikat. Sebelumnya, kelompok ini justru memangkas produksi untuk menjaga stabilitas harga minyak dunia.
Analisis Pasar: Strategi OPEC Mulai Berhasil
Seorang Analis Komoditas dari SEB Bank, Ole Hvalbye, memberikan tanggapannya. Menurutnya, perubahan strategi yang diambil oleh OPEC telah menunjukkan hasil yang positif.
"Perubahan strategi kelompok tersebut berhasil sampai batas tertentu," kata Hvalbye. Ia menambahkan bahwa pasokan dari produsen serpih (shale) di Amerika Serikat tidak lagi menunjukkan peningkatan yang signifikan dan cenderung stagnan.
Faktor pendukung lainnya adalah berkurangnya investasi untuk produksi minyak baru di AS. Kondisi ini memberikan ruang bagi OPEC untuk menguatkan posisinya di pasar energi global melalui kebijakan produksi mereka.
Artikel Terkait
Pemerintah Kerahkan Satgas Saber untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang HBKN 2026
PM Australia Anthony Albanese Tiba di Jakarta untuk Tandatangani Traktat Keamanan Bersejarah dengan Prabowo
Kemenkeu Respons Outlook Negatif Moodys, Peringkat Baa2 Tetap Dipertahankan
Menkeu Tegaskan Pengisian Ketua OJK Harus Lewat Pansel, Bantah Isu Penunjukan Langsung