Analis militer memperkirakan Nevada Desert sebagai lokasi potensial, mengingat kawasan tersebut memiliki sejarah sebagai tempat uji coba nuklir bawah tanah era Perang Dingin. Pengumuman Trump ini muncul tak lama setelah Rusia mengklaim keberhasilan uji coba dua senjata berteknologi nuklir, yaitu rudal jelajah Burevestnik dan drone torpedo Poseidon.
Meski Rusia menegaskan pengujian mereka tidak melibatkan hulu ledak nuklir, kedua sistem senjata tersebut dirancang untuk mampu membawa hulu ledak nuklir. Situasi inilah yang diduga memicu Washington untuk menunjukkan kekuatan yang sepadan guna menjaga daya gentar (deterrence) terhadap Rusia dan negara lain.
Kebijakan uji coba nuklir AS ini berpotensi membuka babak baru dalam kompetisi senjata nuklir global. Banyak pengamat yang memperingatkan bahwa langkah ini dapat mengancam moratorium uji coba nuklir internasional yang telah dijaga selama puluhan tahun, menjadikan isu keamanan global dan perlucutan senjata sebagai sorotan utama dunia.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Langit Berawan dan Hujan Ringan di Jakarta Saat Lebaran 2026
Ribuan Umat Muslim Diprediksi Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Idulfitri 2026
Perang dengan Iran Borong Rp5,4 Triliun Anggaran Israel per Hari
Sopir Bus Relakan Mudik Demi Antar Penumpang Pulang Kampung