Pendapat serupa disampaikan Mady Aji Brahma Fiasa Swastawan dari sekolah yang sama. Menurutnya, simulasi ini memberikan gambaran jelas tentang alur dan konten asesmen, sekaligus menjadi bekal untuk meraih nilai standar nasional yang diakui perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Dukungan dari Pemangku Kepentingan Pendidikan
Kepala SMA Negeri 2 Sorong, Rode Lidia Momot, menilai TKA sebagai sarana inovatif untuk memacu semangat belajar siswa. Sementara Ferdiansyah, Ketua Umum PP IPP, menegaskan TKA menjadi momentum penting dalam membangun integritas dan ketangguhan karakter pelajar Indonesia.
Darmin Mbula, OFM dari Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK), menambahkan bahwa TKA berperan sebagai instrumen asesmen holistik yang tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang kreatif, kritis, dan mampu berkolaborasi.
Ajakan untuk Ikut TKA dengan Semangat dan Jujur
Ketua OSIS SMA Negeri 3 Kota Sorong, Wan Giovany Mabruaru, mengajak seluruh pelajar Indonesia mengikuti TKA dengan semangat dan kejujuran tinggi. Menurutnya, TKA bukan sekadar ujian, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk generasi berintegritas menuju Indonesia Emas.
Artikel Terkait
No Na Rilis Work (+62), Video Musik yang Sorot Kekuatan Fisik dan Tarian
Banjir Longsor Cisarua, BRI Bergerak Cepat Bantu Korban dan Trauma Healing
Tiga Puluh RT di Jakarta Masih Terendam, Warga Terpaksa Mengungsi
Changan Deepal S07 Resmi Meluncur, Siap Goyang Dominasi BYD Sealion 7