No Na Rilis Work (+62), Video Musik yang Sorot Kekuatan Fisik dan Tarian

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:36 WIB
No Na Rilis Work (+62), Video Musik yang Sorot Kekuatan Fisik dan Tarian

Grup vokal No Na baru saja merilis sebuah versi baru dari video musik mereka. Bagi yang belum tahu, No Na adalah grup perempuan pertama asal Indonesia yang menembus pasar pop global. Anggotanya ada empat: Christy, Esther, Baila, dan Shaz. Video terbaru itu berjudul Work ( 62), dan muncul tak lama setelah versi original dari single yang sama diluncurkan.

Kalau dibandingin, dua video ini punya nuansa yang beda banget. Di video Work yang pertama, penonton disuguhi penampilan yang meriah. Set studionya beragam, lighting-nya dramatis, semua serba wah. Tapi, Work ( 62) justru mengambil pendekatan yang lebih sederhana.

Alhasil, perhatian kita langsung tertuju pada gerak dan ekspresi keempat membernya. Mereka tetap enerjik, didukung sejumlah penari latar. Visualnya berani, menonjolkan kekuatan fisik dan skill menari yang mumpuni.

Lagu Work sendiri memang disebut-sebut sebagai rilisan No Na yang paling mengedepankan tarian. Dominasi drum dan perkusi terasa kuat, dipadukan dengan sentuhan ritme Indonesia dan inspirasi dari bunyi gamelan. Di atas semua itu, melodi pop-nya tetap catchy dan mudah diingat.

Iramanya intens, momentumnya terus mengalir. Pokoknya, lagu ini cocok banget buat dipentaskan di panggung besar atau sekadar diputar di lantai dansa. Rasanya energinya nggak ada habisnya.

Liriknya bicara soal ambisi, disiplin, dan proses transformasi. Bagi No Na, kerja keras itu seperti sebuah ritual. Soal hadir sepenuhnya, menjalani proses, dan melangkah maju tanpa kompromi.

Di video yang disutradarai Fa & Fon ini, chemistry keempatnya terlihat semakin solid. Kehadiran mereka kuat dan punya ciri khas sendiri. Mereka bukan cuma nyanyi, tapi benar-benar menunjukkan performa total.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler