Raphinha Mengaku Kecewa, Anggap Dirinya Pantas Raih Ballon dOr 2025

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:00 WIB
Raphinha Mengaku Kecewa, Anggap Dirinya Pantas Raih Ballon dOr 2025

Rasanya ada yang kurang. Itulah mungkin ungkapan yang tepat menggambarkan perasaan Raphinha usai pengumuman pemenang Ballon d'Or 2025. Penyerang Barcelona itu tak bisa menyembunyikan kekecewaannya, meski musim yang dijalaninya bisa dibilang luar biasa.

Penghargaan bergengsi itu akhirnya jatuh ke tangan Ousmane Dembele dari Paris Saint-Germain. Rekan setim Raphinha di Barcelona, Lamine Yamal, juga kalah bersaing. Yang bikin Raphinha tercengang, dirinya hanya berada di peringkat kelima. Posisi yang jauh dari harapannya.

"Saya kecewa," ujar sang pemain internasional Brasil itu kepada Sofascore, dengan nada yang terdengar jujur.

"Saya berharap setidaknya bisa masuk tiga besar. Memang, menang itu susah. Pengaruh Liga Champions sangat besar untuk trofi ini. Tapi ya, saya tetap kecewa dengan posisi kelima. Kalau boleh jujur, menurut saya sendiri, saya pantas ada di posisi pertama."

Raphinha sepertinya punya pandangan lain soal kriteria pemenang. Baginya, penghargaan individu seharusnya melihat gambaran utuh, bukan cuma satu turnamen.

"Saya rasa saya pantas menang. Lihat saja apa yang sudah saya berikan sepanjang musim, gelar yang kami raih, statistik yang saya cetak, semua kontribusi di lapangan. Semuanya berbicara," jelasnya dengan keyakinan.

Meski kecewa, ia tak mau hal itu mengubur prestasinya. "Saya puas dan senang dengan musim kemarin. Satu penghargaan individu tidak akan menghapus semua kerja keras dan pencapaian itu," tegas Raphinha.

Dan statistiknya memang mencengangkan. Musim lalu, dalam 56 penampilan, ia menyumbang 34 gol dan 25 assist. Kontribusi langsung itu membantu Barcelona merajai La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Di Liga Champions, meski Barcelona berhenti di semifinal, Raphinha tetap tajam dengan 13 gol dan 9 assist dari 14 laga.

Namun begitu, sang bintang mengakui satu hal. Kegagalan Barcelona menembus final Liga Champions rupanya jadi batu sandungan besar bagi peluangnya.

"Akhirnya saya paham juga," katanya, terdengar lebih menerima. "Ballon d'Or ini melibatkan banyak faktor yang di luar kendali kita. Ada hal-hal lain yang rumit dan sulit diukur."

Ia pun membocorkan peringkat versinya sendiri. "Kalau dasarnya performa sepanjang musim, saya nomor satu. Lamine Yamal saya tempatkan kedua, Pedri ketiga. Dembele saya taruh di posisi keempat."

"Tapi karena kenyataannya penghargaan ini sangat berat sebelah ke satu kompetisi, ya Dembele layak menang. Apalagi musimnya juga spektakuler," pungkas Raphinha, memberi pengakuan untuk rivalnya.

Spektakuler memang kata yang pas untuk Dembele. Striker PSG itu mencetak 35 gol dalam 53 penampilan, mengantar klubnya meraih treble: Liga Champions, Ligue 1, dan Coupe de France. Sebuah musim yang hampir sempurna, dan rupanya cukup meyakinkan para pemilih Ballon d'Or.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler