Dan statistiknya memang mencengangkan. Musim lalu, dalam 56 penampilan, ia menyumbang 34 gol dan 25 assist. Kontribusi langsung itu membantu Barcelona merajai La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Di Liga Champions, meski Barcelona berhenti di semifinal, Raphinha tetap tajam dengan 13 gol dan 9 assist dari 14 laga.
Namun begitu, sang bintang mengakui satu hal. Kegagalan Barcelona menembus final Liga Champions rupanya jadi batu sandungan besar bagi peluangnya.
"Akhirnya saya paham juga," katanya, terdengar lebih menerima. "Ballon d'Or ini melibatkan banyak faktor yang di luar kendali kita. Ada hal-hal lain yang rumit dan sulit diukur."
Ia pun membocorkan peringkat versinya sendiri. "Kalau dasarnya performa sepanjang musim, saya nomor satu. Lamine Yamal saya tempatkan kedua, Pedri ketiga. Dembele saya taruh di posisi keempat."
"Tapi karena kenyataannya penghargaan ini sangat berat sebelah ke satu kompetisi, ya Dembele layak menang. Apalagi musimnya juga spektakuler," pungkas Raphinha, memberi pengakuan untuk rivalnya.
Spektakuler memang kata yang pas untuk Dembele. Striker PSG itu mencetak 35 gol dalam 53 penampilan, mengantar klubnya meraih treble: Liga Champions, Ligue 1, dan Coupe de France. Sebuah musim yang hampir sempurna, dan rupanya cukup meyakinkan para pemilih Ballon d'Or.
Artikel Terkait
Persija Juarai Klasemen Penonton Super League 2025/2026
Indonesia Kirim 17 Wakil ke Kejuaraan Asia 2026, Ganda Putra Jadi Sorotan
Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Persiapan Play-off Piala Dunia
AFC Jatuhkan Sanksi, Malaysia Kalah WO dan Gagal ke Piala Asia 2027