Status Awas! Semeru Muntahkan Awan Panas 5,5 Kilometer, Warga Dievakuasi

- Kamis, 20 November 2025 | 07:20 WIB
Status Awas! Semeru Muntahkan Awan Panas 5,5 Kilometer, Warga Dievakuasi
Erupsi Dahsyat Gunung Semeru

Gunung Semeru Meletus, Status Naik ke 'Awas'

Suasana mencekam menyelimuti kawasan sekitar Gunung Semeru di Jawa Timur. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali menunjukkan amukannya dengan erupsi dahsyat yang memaksa statusnya dinaikkan ke level tertinggi, Awas. Jeritan histeris warga pun terdengar, saling mengingatkan untuk segera menyelamatkan diri.

Menurut laporan, erupsi utama terjadi pada Rabu (19/11). Saat itu, Semeru memuntahkan awan panas guguran yang mengalir jauh. Kepala BPBD Lumajang, Isnugroho, mengonfirmasi luncuran awan panas itu mencapai jarak 5,5 kilometer mengarah ke Besuk Kobokan. “Gunung Semeru luncurkan awan panas guguran sejauh 5,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan,” ujarnya.

Visual dari letusan itu cukup menakutkan. Kolom abu yang keluar terpantau berwarna kelabu pekat dan sangat tebal. Arahnya condong ke barat laut dan utara. Alat seismograf di Pos Pengamatan Gunung Semeru pun mencatat getaran dengan amplitudo maksimum 40 mm, berlangsung cukup lama, sekitar 16 menit 40 detik.

Status Langsung Melonjak ke Level IV

Tak main-main, respons pun segera diberikan. Badan Geologi mengambil langkah tegas dengan menaikkan status Gunung Semeru dari level III (Siaga) langsung ke level IV (Awas). Pengumuman resmi ini disampaikan oleh Kepala Badan Geologi, M Wafid, pada Kamis (20/11) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Kenaikan dua level sekaligus ini tentu bukan tanpa alasan. Aktivitas vulkanik yang meningkat drastis menjadi pertimbangan utama. Wafid juga mengeluarkan rekomendasi penting: tidak boleh ada aktivitas manusia dalam radius 8 kilometer dari puncak, khususnya di sektor selatan-tenggara. Dia juga mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap ancaman lanjutan seperti awan panas guguran, lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Kondisinya memang genting. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari pihak berwenang dan siap siaga mengikuti instruksi evakuasi jika diperlukan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar