Tanah Retak di Madiun, 8 Rumah Warga Rusak Akibat Hujan Deras
Sebanyak delapan rumah warga di Dusun Morosowo, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, mengalami kerusakan serius. Kerusakan berupa retak pada lantai dan tembok ini dipicu oleh retakan tanah setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kronologi Kerusakan Rumah Warga
Salah satu warga terdampak, Sumiati (40), mengungkapkan kekagetannya saat mendapati lantai rumahnya terbelah selebar 10 hingga 15 sentimeter. Retakan itu membentang dari ruang tamu hingga ke dapur.
"Saya dengar suara seperti tanah pecah setelah hujan reda. Tidak lama kemudian lantai rumah retak semua," tutur Sumiati yang ditemui bersama petugas BPBD Kabupaten Madiun.
Kekhawatiran akan terjadinya longsor membuat Sumiati dan keluarganya, bersama sepuluh kepala keluarga lainnya, memilih untuk mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman.
Warga Mengungsi ke Tempat Aman
Kisah serupa dialami oleh Warsini (38), warga lain yang rumahnya juga mengalami keretakan. Dia dan suaminya langsung mengevakuasi anak-anak serta barang-barang berharga mereka.
"Begitu muncul retakan, kami langsung keluar dan mengungsi ke musala bersama enam keluarga lain," katanya.
Meski sebagian warga sudah kembali ke rumah, kewaspadaan tetap tinggi. Mereka siap mengungsi kembali jika hujan deras datang dan mengancam keamanan tempat tinggal mereka.
BPBD Madiun Lakukan Pendataan dan Pemantauan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun saat ini masih aktif melakukan pendataan terhadap warga terdampak. Tim BPBD juga terus memantau pergerakan tanah di lokasi kejadian untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan memastikan keselamatan warga.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Perkenalkan Mantan Deputi Gubernur BI sebagai Wakil Menteri Baru untuk Perkuat Koordinasi Fiskal-Moneter
Menkeu Purbaya Geram, Peringatkan Pejabat Pajak dan Bea Cukai Usai OTT KPK
MNC Finance Gelar Durian Vaganza untuk Pererat Relasi dengan Rekanan
Menteri Keuangan Lantik 43 Pejabat Baru, Mayoritas di Direktorat Jenderal Pajak