Christhoper Natanael Raja
Jakarta – Dua kursi terakhir menuju Piala Dunia 2026 masih kosong. Dan perebutannya bakal seru. Enam tim dari berbagai penjuru dunia akan bertarung habis-habisan dalam play-off antarkonfederasi. Bagi mereka, ini benar-benar kesempatan terakhir. Gagal di kualifikasi zona masing-masing, jalan ini jadi pengharapan satu-satunya untuk bisa terbang ke Amerika Utara.
Bolivia, Republik Demokratik Kongo, Irak, Jamaika, Suriname, dan Kaledonia Baru. Itulah nama-nama yang masih bertahan. Mereka mewakili lima konfederasi berbeda, dengan sejarah dan ambisi yang beragam.
Formatnya cukup unik. Empat tim dengan peringkat FIFA lebih rendah akan bentrok dulu di babak semifinal. Nah, pemenangnya nanti baru berhadapan dengan dua tim unggulan di partai puncak. Dua pemenang final itulah yang akhirnya melengkapi daftar 48 peserta Piala Dunia 2026.
Jadi, begini jalurnya. Di Pathway 1, Kaledonia Baru harus mengalahkan Jamaika dulu. Tim yang menang kemudian berhadapan dengan Republik Demokratik Kongo. Sementara di Pathway 2, Bolivia dan Suriname saling sikut untuk mendapatkan tiket melawan Irak di final.
Bolivia datang dengan nostalgia. Mereka terakhir main di Piala Dunia 1994, zaman Zamora dan kawan-kawan. Sekarang, harapan banyak ditumpukan pada Miguel Terceros, pemain muda yang performanya menyala selama kualifikasi. Mereka sangat lapar untuk kembali.
Republik Demokratik Kongo juga punya mimpi lama. Terakhir mereka tampil pada 1974, dan saat itu masih bernama Zaire. Sudah setengah abad lebih. Irak punya catatan serupa, cuma sekali mencicipi Piala Dunia pada 1986. Mereka pasti ingin mengulanginya.
Di sisi lain, ada yang berburu sejarah baru. Suriname dan Kaledonia Baru belum pernah sekalipun merasakan atmosfer putaran final Piala Dunia. Bagi mereka, ini peluang emas untuk mencatatkan nama pertama kali. Tidak mudah, tapi bukan mustahil.
Artikel Terkait
Jasa Marga Tawarkan Diskon Tol 30% untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran
Panduan Lengkap Niat dan Tata Cara Puasa Sunah Syawal
BMKG Kendari Waspadakan Hujan Deras Disertai Petir dan Angin Kencang di Sultra
Cahya Supriadi Dapat Kepercayaan Pertama dari Herdman untuk Timnas Indonesia