Muslim LifeFair 2025 Tutup Tahun dengan Semangat Kejayaan Abbasiyah

- Rabu, 17 Desember 2025 | 20:15 WIB
Muslim LifeFair 2025 Tutup Tahun dengan Semangat Kejayaan Abbasiyah

Jakarta baru saja menggelar sebuah hajatan besar untuk industri halal. Muslim LifeFair 2025, yang berlangsung di JICC pada 5-7 Desember, benar-benar ramai. Bukan cuma pameran biasa, acara ini jadi ruang temu yang hidup antara para pelaku UMKM, industri halal, dan masyarakat umum yang penasaran.

Pengunjung disuguhi beragam produk yang mengikuti zaman. Mulai dari kuliner halal yang menggiurkan, produk kreatif yang unik, sampai layanan pendidikan seperti Albata Islamic Montessori. Beberapa nama UMKM seperti Mafaazaa, Hamaru, dan D’Bro Chicken & Burger pun turut meramaikan stan-stan yang ada.

Rachmat Sutarnas Marpaung, Ketua Umum KPMI Pusat, menegaskan bahwa acara ini adalah penutup rangkaian event mereka di tahun 2025.

"Muslim LifeFair di JICC yang digelar 5-7 Desember 2025 ini merupakan penutup rangkaian event tahun 2025 yang diselenggarakan oleh KPMI," jelas Rachmat.

Ia juga membeberkan alasan di balik pemilihan tema ‘Golden Age: Abbasiyah’. Tujuannya sederhana tapi ambisius: mengangkat kembali semangat kemajuan peradaban Islam.

"Pada masa itu, Baghdad menjadi kota paling maju di dunia," ujarnya.

Di sisi lain, gelaran ini bukan cuma soal transaksi jual-beli. Ada juga serangkaian talkshow dan kajian yang mengupas tuntas penguatan ekonomi syariah. Suasana diskusinya cukup intens, membahas masa depan industri halal di tanah air.

Dukungan pun datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Fajar Eko Satriyo, Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Setda DKI, menilai sektor halal punya peran strategis.

"Jakarta memiliki kepentingan besar untuk memperkuat iklim investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Fajar.

Menurutnya, event semacam ini membuka peluang kolaborasi yang lebar. Intinya, Muslim LifeFair berhasil menjadi etalase penting. Sebuah tempat di mana industri dan konsumen bisa bertemu muka, berinteraksi, dan tentu saja, bertransaksi. Suasana di JICC selama tiga hari itu terasa seperti sebuah festival penuh warna, penuh cerita, dan penuh potensi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler