Biaya Haji 2026 Turun Rp 2 Juta, Kok Bisa Padahal Diprediksi Naik?

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 20:35 WIB
Biaya Haji 2026 Turun Rp 2 Juta, Kok Bisa Padahal Diprediksi Naik?

Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta, Meski Hitungan Matematis Prediksi Naik

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa biaya haji 2026 semestinya mengalami kenaikan berdasarkan perhitungan matematis. Analisis ini mempertimbangkan berbagai faktor ekonomi, termasuk tingkat inflasi dan kurs Saudi Riyal (SAR) yang berlaku saat ini.

Penjelasan Rinci Perhitungan Biaya Haji 2026

Setelah Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Dahnil menyatakan bahwa perhitungan ekonomis menunjukkan potensi kenaikan biaya haji sebesar Rp2,7 juta. "Kalau dihitung secara matematis, harusnya biaya tahun ini naik sekitar Rp2.700.000," tegas Dahnil.

Faktor Kurs Saudi Riyal Pengaruhi Biaya Haji

Perkiraan kenaikan ini didasarkan pada perhitungan tingkat inflasi dan nilai tukar SAR. Patokan nilai tukar rupiah terhadap SAR untuk tahun 2025 sebelumnya sebesar Rp16.000, sedangkan untuk tahun 2026 menjadi Rp16.500. Perbedaan kurs ini menjadi salah satu faktor penentu dalam perhitungan biaya haji.

Kesepakatan Akhir Biaya Haji 2026

Meskipun perhitungan matematis memprediksi kenaikan, pemerintah bersama Komisi VIII DPR RI berhasil menurunkan biaya haji 2026. Setelah mengevaluasi pos-pos yang dapat diefisiensikan, disepakati penurunan sebesar Rp2 juta untuk Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Rincian Biaya Haji 1447 H/2026

DPR RI dan pemerintah telah menyepakati biaya haji 1447 H/2026 sebesar Rp87.409.365. Total ini turun Rp2.000.894 dibandingkan BPIH tahun 2025 yang sebesar Rp89.410.250 per jamaah. Untuk Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) ditetapkan sebesar Rp54.193.806,58 atau 62 persen dari total BPIH.

Kesepakatan ini merupakan hasil positif bagi calon jamaah haji Indonesia tahun 2026, dimana biaya yang harus ditanggung menjadi lebih ringan dari perkiraan awal.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar