Menkeu Purbaya menilai respons ini mencerminkan perubahan signifikan dalam kepemimpinan Pertamina. Menurutnya, direksi Pertamina saat ini memiliki visi yang sejalan dengan pemerintah untuk memajukan sektor perminyakan Indonesia.
"Pada dasarnya lebih positif dibanding direktur-direktur utama yang sebelumnya. Jadi dia menerima kritik, dan penanganannya sama dengan saya. Kita memajukan dunia perminyakan di Indonesia," lanjut Purbaya.
Pentingnya Eksplorasi di Sektor Hulu
Dalam pertemuan itu, Purbaya juga menyoroti kelemahan sektor hulu Pertamina yang menjadi salah satu penyebab stagnannya produksi minyak nasional. Ia menekankan pentingnya eksplorasi ladang minyak baru untuk menjaga tingkat lifting nasional.
"Lifting tidak mungkin naik lagi kalau tidak ada penemuan ladang minyak baru karena ladang minyak setelah diproduksi pasti turun terus. Jadi harus ada eksplorasi di hulu lagi," pungkas Menkeu Purbaya.
Pembangunan kilang minyak baru oleh Pertamina ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
Artikel Terkait
Roy Suryo Siapkan 22 Saksi Ahli untuk Bantah Tudingan Ijazah Presiden
Kota Tua Jakarta: Dari Lokasi Syuting Lisa hingga Lima Saksi Bisu Sejarah
Impor Indonesia Tembus USD241,86 Miliar di 2025, Barang Modal Jadi Penyumbang Utama
Prabowo Garap Reformasi OJK Usai Tiga Puncak Mundur