Cara Bos Danantara Bongkar Strategi Pelunasan Utang Whoosh, Bikin Penasaran!

- Kamis, 23 Oktober 2025 | 15:20 WIB
Cara Bos Danantara Bongkar Strategi Pelunasan Utang Whoosh, Bikin Penasaran!
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh: Opsi dan Kajian Terkini

Pemerintah Kaji Berbagai Opsi untuk Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini sedang mengkaji berbagai alternatif opsi untuk menyelesaikan masalah utang proyek kereta cepat Whoosh. Menurutnya, kajian ini bertujuan untuk menemukan solusi terbaik dengan mempertimbangkan plus minus setiap pilihan.

Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah usulan perpanjangan jangka waktu pelunasan utang hingga 60 tahun, sebagaimana sebelumnya diungkapkan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.

Dony menegaskan bahwa semua alternatif solusi akan disajikan untuk kemudian dipilih mana yang terbaik. Ia menyampaikan hal ini setelah bertemu di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Kinerja Operasional KCIC Sudah Positif

Di tengah pembahasan restrukturisasi utang, Dony menyoroti performa operasional PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang dinilainya sudah menunjukkan hasil positif. Ia menekankan bahwa layanan Whoosh telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan yang terpenting adalah memastikan peningkatan kualitas layanan serta keberlanjutan operasional yang sudah berada di jalur positif.

Restrukturisasi Utang Whoosh Perlu Diselesaikan Segera

Dony Oskaria juga menyepakati bahwa proses restrukturisasi utang Whoosh perlu segera diselesaikan dalam waktu dekat. Pihaknya akan terus melakukan negosiasi dengan mitra terkait mengenai beberapa poin penting.

Negosiasi yang akan datang akan membahas beberapa aspek kunci dari pinjaman, termasuk penyesuaian jangka waktu pinjaman, suku bunga, serta pembahasan mengenai mata uang yang digunakan dalam pembayaran utang.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar