Angela Tanoesoedibjo: Kolaborasi Kunci Pertumbuhan Ekosistem Digital Nasional
Transformasi digital di Indonesia memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekosistem industri yang berkelanjutan. Menurut Angela Herliani Tanoesoedibjo, CEO iNews Media Group, keterhubungan antar pelaku industri sangat penting untuk menghadapi disrupsi teknologi yang terus berkembang.
Strategi Integrasi Vertikal iNews Media Group
iNews Media Group telah melakukan restrukturisasi besar-besaran dalam menghadapi lanskap digital baru. Perusahaan menerapkan sistem integrasi vertikal dengan pendekatan "one content, multi-platform, multi-format, multi-experiences" yang memungkinkan satu konten dapat dihadirkan di berbagai kanal secara simultan.
Transformasi SDM dan Pengembangan Talenta Digital
Angela menekankan bahwa kemampuan sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing di era digital. "Kami melakukan upgrading dan re-skilling talenta. Transformasi manusia menjadi pondasi utama dalam menjaga relevansi media di era AI," ujarnya dalam Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 yang diselenggarakan AMSI.
Kemitraan Lintas Sektor dan Inovasi Teknologi
iNews Media Group memperkuat strateginya melalui kemitraan dengan berbagai sektor, termasuk kolaborasi dengan e-commerce melalui layanan live shopping dan penerapan teknologi AI berbasis text-to-speech. Perusahaan juga aktif menggandeng kreator lokal serta platform global seperti TikTok dan YouTube.
Peran Media dalam Ekosistem Digital
Angela menegaskan bahwa media masa depan harus berpijak pada kepercayaan dan akuntabilitas. Meskipun menghadapi berbagai perubahan, media tetap memiliki posisi strategis sebagai sumber berita yang kredibel. "News akan selalu relevan karena masyarakat terus mencari informasi dalam negeri," katanya.
Dukungan Platform Digital dalam Membangun Ekosistem
Communication Director TikTok Indonesia, Anggini Setiawan, menyatakan bahwa tanggung jawab membangun ekosistem digital tidak hanya menjadi milik media. Platform digital juga berkewajiban menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan keamanan digital, dengan lebih dari 98% konten pelanggaran diturunkan secara proaktif.
Strategi Komunikasi di Era Informasi Digital
Corporate Secretary PT Pertamina, Arya Dwi Paramita, menyoroti pentingnya strategi komunikasi dua arah dalam menghadapi krisis informasi. Ia berharap media arus utama dapat membantu mengedukasi publik agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak akurat.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Percepat Izin PLTS Terapung Saguling yang Terhambat Administrasi
Roy Suryo Jalani Wajib Lapor ke-25 di Polda Metro Jaya Akibat Laporan Jokowi soal Ijazah Palsu
Kemenag Larang Ziarah Sebelum Puncak Haji, Jemaah Diminta Fokus Persiapan Armuzna
Pramono Akui Kecewa Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, Prioritas Jaga Kondusivitas Ibu Kota