Pandangan Berbeda: Dugaan Transaksi Gelap
Sebelumnya, analis sosial politik UNJ Ubedilah Badrun menyoroti dua indikator yang menimbulkan dugaan transaksi gelap dalam proyek Whoosh:
Perubahan Skema Pembiayaan
Perubahan dari skema business to business (B2B) menjadi business to government (B2G) melalui revisi Perpres, yang memungkinkan penggunaan APBN dalam proyek.
Perubahan Mitra dan Bunga
Perpindahan dari kerja sama dengan Jepang (bunga 0,1%) ke China dengan bunga yang meningkat dari 2% menjadi 3,4%.
Kedua indikator ini, menurut Ubed, menimbulkan pertanyaan mengenai alasan di balik perubahan kebijakan dalam proyek kereta cepat Whoosh.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026