Di Cebu, Filipina, para menteri pariwisata dari negara ASEAN dan India baru saja menggelar pertemuan. Fokusnya jelas: mereka serius ingin mengembangkan wisata kapal pesiar sebagai prioritas utama kerja sama. Pertemuan ke-13 Menteri Pariwisata ASEAN-India itu digelar Jumat lalu, 30 Januari.
Menurut sejumlah saksi, pertemuan itu cukup produktif. Para menteri memuji langkah-langkah lanjutan dari Dialog Pariwisata Kapal Pesiar ASEAN-India 2025. Intinya, dialog itu mempertemukan berbagai pihak untuk membahas rute-rute kapal pesiar yang layak dan punya prospek.
“Pertemuan tersebut mendorong mobilisasi sumber daya, termasuk kemungkinan dukungan dana dari Dana ASEAN-India, untuk memajukan inisiatif pariwisata kapal pesiar,”
Begitu bunyi keterangan resmi yang dikutip dari Antara. Pernyataan itu tak cuma bicara soal kapal pesiar. Mereka juga menegaskan soal konektivitas. Tanpa itu, kerja sama pariwisata bakal tersendat. Makanya, perluasan rute penerbangan, akses maritim yang lebih kuat, dan perbaikan transportasi darat jadi hal krusial. Tujuannya sederhana: agar perjalanan wisatawan lancar dan paket wisata yang menjangkau banyak destinasi bisa terwujud.
Soal Rencana Jangka Panjang
Nah, di sisi lain, para pejabat juga menyoroti peta jalan yang lebih besar: Rencana Sektor Pariwisata ASEAN (ATSP) untuk periode 2026-2030. Rencana ini nantinya yang akan memandu kerja sama regional. Fokusnya luas, mulai dari pariwisata berkelanjutan, konektivitas, sampai transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Mereka sepakat, kolaborasi yang erat dengan mitra seperti India sangat vital. Dukungan India dalam bentuk kerja sama teknis, tukar-menukar pengetahuan, dan program peningkatan kapasitas diharapkan bisa terus berjalan seiring dengan prioritas bersama.
“Pertemuan tersebut menyatakan keyakinan bahwa penguatan kerja sama ASEAN-India akan membantu mencapai tujuan strategis ATSP 2026-2030,”
Begitu penegasan dalam pernyataan itu. Mereka juga mencatat sesuatu yang patut diapresiasi: keberhasilan Tahun Pariwisata ASEAN-India 2025. Tahun khusus itu dinilai berhasil meningkatkan visibilitas dan kerja sama operasional di lapangan.
Kampanye pemasaran bersama yang berjalan sepanjang 2025 pun disambut baik. Kampanye itu menampilkan rencana perjalanan singkat yang merangkum kekayaan budaya dan pengalaman emosional khas Asia Tenggara yang begitu beragam.
Angka-angka pun berbicara. Di tahun 2024, India menerima kunjungan 867.210 wisatawan dari kawasan ASEAN. Sampai November 2025, angka itu sudah mencapai 809.075 pengunjung. Arus sebaliknya juga signifikan.
Wisatawan India ternyata cukup banyak menjelajahi ASEAN. Tahun lalu, tercatat 5,9 juta kunjungan. Dan hingga kuartal ketiga 2025 saja, sudah ada 4,7 juta wisatawan India yang datang. Angka yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun