Bandara IMIP Morowali Beroperasi Gelap, TNI Kerahkan Pasukan Khusus

- Rabu, 26 November 2025 | 21:51 WIB
Bandara IMIP Morowali Beroperasi Gelap, TNI Kerahkan Pasukan Khusus
Bandara IMIP Morowali Jadi Sorotan

Bandara IMIP Morowali Jadi Sorotan, TNI Siagakan Pasukan Khusus

Bandara di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) tiba-tiba jadi perhatian nasional. Soalnya, bandara ini diduga telah beroperasi secara ilegal, tanpa pengawasan negara, selama bertahun-tahun. Sungguh situasi yang mengkhawatirkan.

Menurut laporan Radar Tulungagung dari Jawa Pos Group, arus barang dan manusia di bandara itu keluar-masuk tanpa catatan resmi. Artinya, negara seolah-olah buta terhadap apa yang terjadi di sana. Ini tentu saja menimbulkan pertanyaan serius tentang kedaulatan udara dan keamanan nasional kita.

Merespons hal ini, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin tak ragu menyebutnya sebagai anomali berbahaya. Ia dengan tegas menolak adanya "negara dalam negara" di kawasan industri strategis semacam IMIP.

Yang lebih memprihatinkan lagi, fasilitas bandara itu disebut-sebut tidak dilengkapi dengan bea cukai dan imigrasi resmi. Bahkan layanan navigasi penerbangannya pun dikabarkan tidak ada. Bayangkan saja, aktivitas penerbangan bisa berlangsung begitu saja, lepas dari pantauan radar negara. Seorang peneliti sampai menyebutnya sebagai penyimpangan ekstrem dari aturan penerbangan yang berlaku.

Tak main-main, TNI pun bergerak cepat. Mereka menyiapkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dari Angkatan Udara untuk mengamankan Bandara IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah.

“TNI bersikap aktif dan responsif terhadap arahan Menhan. TNI telah menyiapkan pasukan dari Korpasgat yang ditugaskan dalam pengamanan Bandara IMIP sebagai salah satu objek vital nasional,”

Demikian penjelasan Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, dalam keterangan persnya Rabu lalu.

Freddy menegaskan bahwa TNI selalu menindaklanjuti setiap arahan Menhan, terutama yang berkaitan langsung dengan pertahanan dan keamanan negara. Saat ini, koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertahanan, Polri, dan pemerintah daerah juga ditingkatkan. Tujuannya jelas: memastikan semua fasilitas udara, termasuk aspek perizinan dan pengawasannya, berjalan sesuai aturan.

“TNI siap mendukung langkah pemerintah dalam memastikan seluruh fasilitas strategis nasional berada dalam pengawasan negara,”

tambah Kapuspen TNI itu.

Di sisi lain, peneliti dari Indonesia Strategic and Defense Studies (ISDS), Edna Caroline, mengungkapkan temuan yang cukup mengejutkan. Menurutnya, persoalan ini sebenarnya bukan hal baru. Ini seperti "kebocoran" yang sudah lama terjadi dan kerap disoroti di sektor pertambangan.

Edna mengingatkan satu fakta penting: bandara IMIP ini sudah beroperasi sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019. Coba pikir, dalam kurun waktu yang cukup panjang itu, tidak ada satu pun aparatur negara yang ditempatkan di lokasi. Akibatnya, kawasan itu sulit diakses aparat resmi. Pergerakan pesawat, orang, dan barang pun berlangsung dalam suasana tertutup dan sama sekali tidak terekam.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar