Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang angkat bicara menepis kabar yang menyebut dirinya ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, Jumat (3/7/2026), Nanik menyebut gambar yang beredar adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dan meminta publik tidak mudah percaya pada hoaks.
Nanik mengaku tengah fokus menangani pekerjaan yang berat dan rumit, terutama mengamankan anggaran negara tanpa mengorbankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan tidak pernah terlibat korupsi dan siap menjalani proses hukum jika terbukti bersalah. "Bismillah, Insyaallah Nanik S Deyang tidak korupsi, tidak terlibat apapun," tulisnya.
Ia juga menyoroti upaya penghematan yang dilakukan BGN, seperti tidak mengadakan rapat di hotel dan tidak ada dinas luar kota. Selama libur sekolah, penyaluran MBG dihentikan dan tidak ada insentif bagi mitra, meskipun menuai protes. "Ini semua karena kita ingin membantu APBN aman pada saat dunia bergolak seperti sekarang," jelas Nanik.
Nanik mengaku sudah dua jam diwawancarai sebuah podcast dan kemudian memutuskan tidak lagi memberi wawancara ke media mana pun untuk fokus bekerja. Namun, ia merasa terus diframing dengan berbagai isu, termasuk gambar dirinya memakai rompi tahanan KPK. "Emang mereka gak lihat IG BGN apa ya? Saya wara-wiri koordinasi dengan berbagai pihak," katanya.
Ia juga menyayangkan pembuat hoaks yang tidak takut dosa. "Saat membuat gitu apa gak takut ya pas selesai bikin terus dipanggil Allah SWT, padahal gak kenal saya, dan saya gak sempat memaafkan karena gak kenal," ujarnya.
Di media sosial, beredar desas-desus bahwa Nanik bakal bernasib sama seperti mantan Kepala BGN Dadan yang sebelumnya tersandung kasus. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari KPK terkait isu tersebut.
Artikel Terkait
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Makan Bergizi Gratis di BGN
Eks Wakil Kepala BGN Ajukan Praperadilan atas Penetapan Tersangka Korupsi MBG
Eks Wakil Kepala BGN Ajukan Praperadilan atas Penetapan Tersangka Kasus Makan Bergizi Gratis
Said Abdullah Peringatkan Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih agar Tak Bernasib Seperti BGN